Gak Penting Yaa

Jujur Pada Diri Sendiri

Sejujurnya saya belum bisa bersikap jujur. Saya tidak ingin munafik dengan berkata bahwa saya telah jujur. Tidak, saya belum bisa. Dalam prinsip hidup saya, kejujuran adalah kata yang harus saya terapkan dalam setiap tindakan, perbuatan, sikap dan pikiran. Harus jujur.

Namun, realitasnya berkata sebaliknya. Saya belum bisa berlaku jujur, terutama jujur kepada diri sendiri. Kejujuran pada diri sendiri merupakan hal yang tersulit bagi saya. Bagaimanapun saya mencoba sekuat mungkin agar ketidakjujuran tersebut berputar pada diri saya sendiri. Saya tidak ingin ketidakjujuran merambat dalam tingkah laku saya terhadap orang lain.

Dalam bersikap kepada orang lain, saya akan berusaha sekuat tenaga untuk berlaku jujur. Walau tidak tertutup kemungkinan untuk bersikap tidak jujur. Kemungkian demikian akan saya minimalisir. Sehingga ketidakjujuran saya tidak merugikan orang lain. Sebagai manusia biasa saya pernah tidak jujur. Baik kepada orang lain, maupun kepada diri sendiri.

Saya percaya untuk bisa bersikap jujur harus diawali dari diri sendiri. Jujur kepada diri sendiri, maka kita akan jujur pula kepada orang lain.

Saya rasa semua manusia pernah tidak jujur. Siapa sih yang tidak pernah berlaku tidak jujur? Terutama tidak jujur kepada diri sendiri.

Ketidakberanian saya berkata jujur kepada diri sendiri tergambar dalam aktifitas menulis saya. Kadang saat menulis saya terhenti di tengah tulisan saya. Padahal inspirasi sudah datang berjibun. Kalaupun tidak jujur dalam menulis, inspirasi itu menjadi sia-sia. Tidak ada yang bisa ditulis karena dihantui dengan ketakutan. Ketakutan itu bersumber dari ketidakjujuran.

Bayangkan saja perasaan kita ketika mengambil barang sendiri dengan mengambil barang orang lain. Pasti ada perbedaan, kita akan merasa tenang bila mengambil barang milik sendiri. Akan tetapi kita akan merasa ada ketakutan jika mengambil milik orang lain.

Seperti itulah terjadi pada diri saya saat saya menulis. Saya belum berani berkata jujur dalam setiap kata yang saya suratkan.Rasa ketakutan selalu menyelimuti pikiran di saat menulis. Saya takut tulisan saya tidak bagus, saya takut tulisan tidak dibaca orang dan saya takut tulisan saya tidak bermanfaat.

Kenapa saya takut? Itu akibat dari saya tidak jujur kepada diri sendiri dalam hal menulis. Berbagai macam hantu ketakutan itu lengket di dinding otak saya karena saya masih belum bisa jujur kepada diri sendiri.

Doakan saya kawan, agar saya bisa jujur kepada diri sendiri. Dengan menulis saya belajar untuk jujur kepada diri sendiri. Saya berharap dengan berlatih menulis maka saya juga berlatih untuk berlaku jujur. Tidak hanya jujur kepada diri sendiri, melainkan juga jujur kepada orang lain. ((1103120100pku))

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s