Ngepos via Hape

Tradisi Bajapuik (2): Mengubah Kebiasaan Masyarakat

“You can’t get rid of a bad habit, but you can replace it with a good habit.” – Dr. Mehmet Oz-

Kutipan diatas menggambarkan kepada kita bahwa kita tidak bisa membersihkan kebiasaan buruk, tapi kita bisa menimpali dengan kebiasaan baik. Kutipan diatas sangat relevan untuk mengatasi kebiasaan merokok dengan ilustrasi segelas air kopi yang ditimpali dengan seember air susu. Air kopi sebagai analogi bad habit untuk kebiasaan merokok dan air susu sebagai analogi good habit untuk kebiasaan tidak merokok.

Sepertinya kutipan diatas dapat pula dikaitkan dengan tradisi bajapuik di Pariaman. Budaya bajapuik merupakan sebuah kebiasaan masyarakat yang turun temurun dari nenek moyang. Akan tetapi kebiasaan ini berubah seiring dengan perubahan waktu.

Sehingga praktik tradisi bajapuik sekarang ini berbeda jauh dengan tujuan awal dari bajapuik itu sendiri. Dahulu tradisi bajapuik adalah bentuk penghargaan pihak perempuan kepada pihak laki-laki. Sementara pihak laki-laki membalas bentuk penghargaan ini dengan membayar uang japuik lebih besar dari pada pemberian pihak perempuan. Bajapuik juga menjadi instrumen solidaritas sosial bagi keluarga besar pihak perempuan untuk bergotong royong menghimpun uang  japuik bagi anak perempuan yang akan menikah.

Sekarang nilai-nilai bajapuik telah melenceng dari tujuan semula. Semangat gotong royong tidak lagi terlihat dalam keluarga besar pihak perempuan, yang ada malah beban ditanggung sendiri oleh orang tua si anak perempuan yang akan menikah. Sedangkan pihak laki-laki tidak lagi mengembalikan uang japuik melebihi apa yang telah diberikan oleh pihak perempuan.

Tradisi bajapuik yang melenceng inilah kemudian menjadi kebiasaan di tengah masyarakat Pariaman. Penilaian terhadap kebiasaan tersebut dapat dikategorikan sebagai bad habit yang berlaku dalam masyarakat. Kebiasaan bajapuik ini berbeda dengan kebiasaan merokok. Kebiasaan merokok lebih mudah untuk diubah karena bersifat individual. Sedangkan kebiasaan bajapuik lebih susah untuk diubah karena bersifat kolektif yang melibatkan masyarakat.

Bukan berarti kebiasaan ini tidak bisa diubah. Buktinya kebiasaan ini pernah berubah, tapi arah perubahan cendrung kearah negatif seperti merugikan pihak perempuan. Untuk itu perlu upaya untuk mengalihkan perubahan tersebut ke arah yang lebih positif. Arah perubahan tersebut bisa dengan berbagai bentuk dan cara sehingga tradisi bajapuik bisa menjadi sebuah good habit yang terjadi dalam masyarakat Pariaman. ((1103051517pku))

Tulisan Lainnya :

Iklan

One thought on “Tradisi Bajapuik (2): Mengubah Kebiasaan Masyarakat

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s