Ngepos via Hape

Nulis Sambil Boker. Bisa gak ya?

ahhhhhh…. Plong rasanya setelah mengeluarkan sesuatu yang mengganjal di dalam usus ini. Buang sampah. Tepatnya membuang sampah tubuh. Rutinitas hidup yang tidak bisa ditinggalkan oleh seorang manusia dibumi ini adalah membuang sampah tubuh.

Orang minang menyebutnya dengan tacirik. Dalam bahasa lain dikenal dengan beol, boker, berak, dan buang air besar. Pokoknya serba “b” deh, kecuali dalam bahasa inggris. Nah, coba apa bahasa inggris dari boker… dan kiranya apa bahasa lain dari boker?

waduh…kalo ini gue kagak tau persis. Bahasa resmi inggris sih ‘defecate‘, nemunya pun di kamus. Sedangkan bahasa sehari-harinya gue gak tau. Coba tanya saja sama bule disana yang sering boker… hehehehhe 😀

Sambil mencari terjemahan boker dari berbagai bahasa manusia, mari menulis tentang kesan setelah boker. Wah, kali ini boker yang cukup berkesan. Inspirasi untuk menulis datang saat boker. Sayangnya tidak bisa dituliskan sambil boker. Apalagi untuk kondisi toilet di Indonesia. Kebanyakan toilet memakai metode jongkok ditambah dengan tempat yang  jorok. Susahkan buka laptop, bb dan Ipad, terlebih lagi bawa pulpen dan kertas.

Hal ini tentu berbeda dengan si bule dengan cara boker yang jauh berbeda dibandingakan dengan di Indonesia. Biasanya bule bokernya duduk dan tempatnya bersih. Kondisi ini tentu sangat kondusif untuk menulis. Terlebih jika inspirasi datang saat boker. Buka laptop, langsung nulis. Nah, kira-kira ada gak ya bule nulis sambil boker…?

Di dunia barat kemungkinan selalu ada. Sedangkan di dunia timur seperti di Indonesia kemungkinan selalu tidak ada. Persoalan boker adalah persoalan adab dan budaya masing-masing daerah.  Di daerah tertentu malah ada pemberlakuan untuk tidak melakukan aktivitas apa pun jika sedang boker. Bahkan ada pula tata cara dan tata krama masuk kedalam toilet.

Dulu tak jarang ditemukan cara boker dengan efisien dan praktis. Nongkorong di sungai, setelah itu langsung coorrrrtt. Bermodalakan gali lobang, lalu buang sampah tubuh ke dalam lobang, lalu ditutup kembali dengan tanah. Kondisi demikian masih sering dijumpai di daerah-daerah pelosok yang kurang tersentuh pembangunan. Sementara beberapa daerah semi perkotaan yang memiliki sistem sanitasi buruk masih dijumpai metode boker seperti diatas.

Apapun metodenya, yang nama boker tetap aja boker. Semuanya berfungsi mengeluarkan sampah tubuh. Buang sampah sambil menulis adalah sebuah hal mustahil yang dilakukan di Indonesia. Paling menulis setelah boker itu baru bisa dilakukan atau menulis sebelum boker. Tapi dengan konsekuensi nahan boker dan nahan kentut juga…. hahahahahhahahh…. 😀  ((1103081258pku))

Iklan

6 thoughts on “Nulis Sambil Boker. Bisa gak ya?

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s