Ngepos via Hape

Kenali Nafsu Sebelum Belanja

Belajar tidak hanya di kelas, belajar dapat dilakukan dimanapun dan kapanpun. Belajar bisa dengan siapapun dan menggunakan media apapun. Belajar tidak kenal usia dan tidak kenal waktu. Belajar bisa dilakukan semenjak lahir sampai ke liang lahat.

Begitu banyaknya hal-hal yang perlu dipelajari di dunia ini, maka lakukanlah selagi bisa. Kali ini saya mencoba untuk belajar bagaimana belanja sesuai dengan kebutuhan. Sebelumnya memang masalah satu ini membuat saya keteter dalam masalah keuangan. Kadang saya membeli sesuatu yang tidak terlalu penting untuk dibeli. Padahal ada yang lebih penting dari sesuatu yang saya beli tersebut. Sehingga pada akhirnya penyesalan datang setelah membeli barang yang sesungguhnya tidak terlalu saya butuhkan.

Belajar untuk membelanjakan uang seusai dengan kebutuhan ini bukanlah hal yang mudah karena urusan belanja sama halnya dengan urusan nafsu. Mengendalikan nafsu berarti mengendalikan diri sendiri. Selama bisa mengendalikan nafsu, maka akan bisa mengendalikan diri. Berpuasa adalah salah satu cara untuk mengendalikan nafsu. Bagi para sufi, mengenal diri akan menjadi sarana untuk mengenal Tuhan. Kenali diri niscaya kamu mengenal Tuhan.

Untuk mengenal diri, perlu mengenal nafsu. Salah satu instrumen untuk mengenal nafsu ialah dengan mengukur kebutuhan diri. Nafsu berperan penting ketika membelanjakan uang diluar kebutuhan yang seharusnya.  Misalnya saat melihat baju bagus langsung beli, padahal koleksi baju di rumah sudah banyak. Sementara uang listrik dan telepon dirumah belum dibayar. Karena terlalu bernafsu melihat baju bagus uang listrik dan telepon yang jadi korban. Bila nafsu belanja seperti ini datang, siap-siap saja kantong terkuras habis.

Contoh diatas adalah kasus kecil dari banyaknya kasus-kasus yang diperbudak oleh nafsu belanja. Banyak hal-hal kecil terjadi dalam keseharian yang diperbudak oleh nafsu belanja. Biasanya nafsu belanja ini akan mudah terpengaruh apabila di dalam kantong ada uang, kalau uang cash gak ada, kartu kredit menjadi alat terakhir untuk melampiaskan nafsu. Jikalau uang tidak ada, nafsu belanja tetap datang menghinggapi. Kondisi seperti ini lebih mudah untuk mengendalikan nafsu, karena ketiadaan uang dapat menghentikan gejolak nafsu untuk berbelanja.

Belanja boleh-boleh saja, asal seusai dengan kebutuhan. Setiap orang memiliki kebutuhan yang berbeda-beda. Orang yang mempunyai mobil/motor akan menyisakan pendapatannya untuk memenuhi kebutuhan rutin seperti membeli bensin. Jika bensin tidak dibeli, tentu aktifitas tidak akan jalan untuk mendapatkan penghasilan. Sedangkan orang yang tidak memiliki kendaraan tersebut tidak membutuhkannya. Ini contoh kecil bahwa setiap orang memiliki kebutuhan yang berbeda.

Untuk itu, saya harus mengukur kebutuhan agar bisa mengendalikan nafsu balanja yang datang membabi-buta. Kebutuhan saya tentu berbeda dengan kebutuhan orang lain. Saya tidak bisa menyamakan kebutuhan saya dengan kebutuhaan orang lain. Oleh karena itu, saya harus mengenal kebutuhan yang seharusnya. Seorang teman pernah bilang “Tuhan memberikan apa yang dibutuhkan manusia, bukan apa yang diinginkan manusia“. ((1103010254pku))

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s