Ngepos via Hape

Politik Pajak

Politik dan pajak adalah dua hal yang tidak dapat dipisahkan. Setiap negara yang menganut demokrasi memberlakukan pungutan pajak sebagai penghasilan negara. Bahkan negara yang non demokratis sekalipun hidup melalui pajak. Namun, relasi antara pajak dan politik diantara kedua paham tersebut memiliki perbedaan.

Prinsipnya, dalam negara demokratis pajak tidak sekedar pungutan paksa yang dilakukan negara kepada rakyatnya. Tapi, pajak sudah menjadi kesadaran bagi warga negara karena dengan membayar pajak negara dapat melindungi setiap usaha penduduknya. Sebagian penghasilan yang diporeleh warga negara disisihkan untuk kepentingan bersama, yaitu negara. Sehingga warga negara memiliki peranan yang kuat dalam mengontrol kebijakan pemerintah.

Berbeda hal dengan negara yang non demokratis, pajak tidak hanya pungutan oleh negara. Tapi, pajak menjadi alat bagi pemerintah untuk memperkaya para elit dengan cara menggelapkan uang pajak demi kepentingan pribadi. Sementara, tingkat kesadaran warga negara membayar pajak sangat rendah dibandingkan dengan negara yang demokratis. Biasanya dalam sistem seperti ini peranan warga negara dalam mengontrol kebijakan pemerintah sangat terbatas.

Oleh karena itu, tingkat demokrasi suatu negara sangat menentukan arah politik pajak di negara tersebut. Politik pajak ikut andil dalam menentukan stabilitas negara. Ketika kesadaran warga negara semakin tinggi untuk membayar pajak, maka peranan mereka dalam mengontrol pemerintah akan semakin kuat. Pemerintahan menjadi berhati-hati dalam menggunakan uang pajak. Sehingga kondisi negara cenderung stabil karena mekanisme chack and balances antara pemerintah dengan warga negara berjalan.

Sebaliknya, jika kesadaran masyarakat rendah untuk membayar pajak, maka kontrol terhadap pemerintah akan lemah. Bahkan warga negara yang tidak sadar pajak akan melakukan berbagai cara untuk tidak membayar pajak jika dipaksa oleh negara. Disisi lain, pemerintahan ikut pula menyelewengkan uang pajak karena kontrol warga negara sangat lemah. Ketika kesadaran semakin meningkat, sementara pemerintah tidak jua berbenah maka kondisi negara cenderung tidak stabil karena dengan kesadaran meningkat tersebut tuntutan untuk berubah menjadi lebih demokratis akan semakin kuat.

Gagalnya hak angket pajak yang diajukan DPR membuktikan bahwa negeri ini masih jauh dari kata demokratis. DPR yang merupakan representasi rakyat tidak mampu melakukan kontrol terhadap kebijakan pemerintah terkait masalah pajak. Pemerintah terlalu kuat dibandingkan dengan kekuatan rakyat. Kesadaran untuk membayar pajak juga sangat minim, sehingga banyak terjadi kasus penggelapan pajak.   ((11102232344trt))

Iklan

One thought on “Politik Pajak

  1. politik?????????????
    dlu aq pernh ngikut salah satu aktivis partai,sesudah sy cerna kebanyakan tujuan partai adalah kekuasaan/kedudukan n materi…sjak saat it sy keluar dr partai…krn sy liat hnya sekian persen yg betul2 memperjuangkan nasin rakya..
    didalam sejara khalifah Umar Bin Khattab dikisahkan bahwa pernah wkt beliau mnjd khalifah anaknya minta dbeliin bju,krn tdk ada uang lantas beliau pergi kbendaharanya untk minjam uang,lantas berkatalah bendaharanya: jika engkau meminjam uamng ini kpan akan Tuan kembalikan?taukah Tuan kapan ajal akan menjemput?siapa yg akan membyarnya nnt?sdngkan keluargamu tdk tw?dngan menitikka air mata Beliau langsung istighfar…
    adakah pemimpin skrng ini seperti khalifah Umar??? yg mana bila rkyatnya sengsara/lapar biar beliau dlu yg merasakan,jk rakytny makmur biar beliau dibelakangan yg menikmati….
    kapankah pemimpin seperti it ada ddesa kita,kota kita bahkan negara kita???

    Suka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s