Ngepos via Hape

Cara Terbaik Mengontrol dan Menajamkan Pikiran

Jangan bersedih….” teriak orang arab itu kepadaku

Padahal aku belum mengenal dia sebelumnya. Melihat tampang orang arab itu pun aku belum pernah. Meskipun demikian, teriakan si arab sungguh menggugah hatiku. Tampaknya dia tahu siapa aku, dan ia juga tahu bagaimana perasaanku.

Ahhhh…. gak penting aku memikirkan orang itu. Untuk memikirkan diriku sendiri repotnya minta ampun. Ditambah pula memikirkan orang arab itu, makin repotlah diriku. Hebatnya dia malah memikirkan diriku, sementara aku tidak memikirkan orang yang baru aku kenal itu. Langsung saja ia menceramahiku.

Kamu kenal Thomas Alfa Edison?” tanya si arab.

Kenal.. Edison adalah orang yang menciptakan lampu listirik” jawabku.

Hanya itu yang kau tahu. Sungguh malang nasib kau nak” Kata si arab.

Lalu ia menambahkan “Thomas Alfa Edison bukan sekedar pencipta lampu. Ia seorang pemikir hebat. Suatu ketika Edison pernah mengatakan bahwa tidak ada cara yang bisa dilakukan manusia menemukan tempat pelarian  untuk bersembunyi dari pikiran

Si arab membenarkan perkataan Thomas. Berangkat dari pengalaman si arab, setiap manusia tidak pernah bisa untuk tidak berpikir. Menggosip saja manusia butuh berpikir. Untuk urusan mengkhayal saja manusia sesungguhnya sedang berpikir juga. “Coba anda pikirkan, apakah ada manusia yang tidak berpikir?” tanya si arab kepadaku. “Tidak ada. Semua manusia berpikir, bahkan dalam keadaan tidak sadar saja manusia bisa berpikir.

Pernahkah anda tidur? Setiap makhluk yang berjiwa seperti kita ini pernah merasakan tidur. Tidak ada yang tidak. Tidur setiap orang berbeda-beda. Kebanyakan manusia tidak sadar kalau sudah tidur. Bila sudah tidak sadar berarti manusia berhenti berpikir. Namun, ada satu manusia yang bisa sadar walaupun ia dalam keadaan tidur. Orang itu adalah Nabi Muhammad SAW utusan Allah di bumi yang kita injak ini. Kelebihan itu membuktikan kepada kita bahwa dalam keadaan tidur, seorang manusia bisa juga berpikir.

“Bagaimana dengan orang gila??” Tanyaku kepada si arab tadi. “Untuk urasan ini, mungkin saya tidak akan menjelaskan kepada anda panjang lebar. Menurut hemat saya, sesungguhnya orang gila itu juga berpikir. Namun, cara berpikir mereka berbeda dengan kita yang normal ini. Bisa jadi orang yang kita sebut gila itu manganggap bahwa kitalah orang gila sesunggguhnya.

Habislah akal ku memikirkan manusia yang tidak berpikir di dunia ini. Ingin aku menjawab anak-anak adalah manusia yang tidak berpikir. Keinginan itu aku urungkan saja, toh anak-anak juga berpikir juga kok. Cuma cara berpikir mereka berbeda dengan cara berpikir kita yang udah balig ini. Masa anak-anak adalah masa dimana mereka mengasah dan mentranformasi pikiran mereka, sehingga setelah mereka memasuki fase dewasa maka mereka sudah dicap sebagai manusia berpikir. Kita anggap saja masa anak-anak adalah masa setengah berpikir. Walaupun setengah, tetap berpikir juga khan.

Menyerah juga aku dengan orang arab ini. Si arab melanjutkan “Salah satu cara terbaik mengontrol dan menajamkan pikiran adalah melakukan pekerjaan yang menyenangkan dan bermanfaat. Karena orang yang mengaanggur adalah orang-orang yang suka mengkhayal dan menyebarkan berita buruk” Ia menambahkan “Ketika manusia sedang membaca dan menulis, maka sesungguhnya ia berpikir. Nah, disaat membaca dan menulis sudah menjadi kesenangan dan menghasilkan manfaat bagi diri sendiri maupun orang lain, maka itu sudah termasuk dalam cara terbaik mengontrol dan menajamkan pikiran“.

Dari benang merah uraian si arab tadi, aku menyimpulkan bahwa lakukanlah hal-hal yang menyenangakan dan bermanfaat. Dengan melakukan kegiatan yang menyenangkan dan menghasilkan manfaat, maka kita mengasah pikiran kita sebagai manusia berpikir. Apa pun pekerjaannya, selama itu menyenangkan dan menghasilkan manfaat –tidak hanya materi, tapi non materi juga– bagi diri sendiri dan orang lain, maka kita sudah menjadi khalifah di muka bumi ini.

–Sekian– ((1102211559trt))

NB: Mohon maaf, jika ada persamaan nama, karakter dan tempat dalam kejadian tersebut. Cerita ini hanya fiksi belaka.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s