Ngepos via Hape

Padang Bagian dari Kampung Saya

1289574595611631714Siapa yang tak kenal dengan kota Padang ??? Bagi orang Indonesia, Padang  bukan kata yang asing lagi karena Padang dikenal dengan masakannya. Padang terkenal dengan rumah makannya, dimana-mana selalu dijumpai rumah makan Padang. Bahkan ada yang mengandaikan dengan ungkapan “dimana matahari terbit disitu ada rumah makan Padang”.

Walaupun ungkapan tersebut terlalu berlebihan, faktanya orang-orang minang memilik tradisi merantau. Dengan tradisi merantau itu, orang minang ada dimanapun. Sehingga ungkapan itu seakan relevan dengan kenyataan.

Sebagian orang menyebut orang minang ini dengan orang Padang. Padahal tidak semua orang minang itu tinggal di Padang. Apalah daya, masyarakat di perantauan hanya mengenal orang Padang, bukan orang minang.

Bicara mengenai Padang, mungkin orang luar tak banyak yang mengenal tentang kota Padang. Terutama dengan hal yang berkaitan dengan berkendaraan. Di Padang  tidak dikenal yang namanya motor, masyarakat Padang  menyebut motor dengan sebutan honda.

Disamping itu, di Padang  tak bakal ditemui rumah makan Padang, apalagi ada tulisan masakan Padang. Satu lagi, di Padang  tidak ada pom bensin (SPBU), yang ada hanya pertamina, mungkin ini adalah efek dari monopoli Pertamina sebagai satu-satunya pemasok bahan bakar di Sumatra Barat (dalam hal ini saya pernah ketipu di rantau orang, maksud hati mau tanya pom bensin terdekat, tapi malah nanya pertamina terdekat. Orang yang ditanya jadi bingung ^_^) .

Kembali dengan masalah kendaraan, di Padang  angkutan kota dan bis kotanya berbeda dengan kota kota lainya. Di sini, setiap bis kota dan angkutan kota dijamin full music dan full aksesoris. Jarang kita menemukan angkutan kota yang tidak ada musiknya, atau mungkin tidak ada satupun angkutan umum yang tidak memakai musik. Kalaupun ada, pasti penumpangnya sepi dan diisi oleh lansia yang berumur 70 tahun keatas.. heheh..

Musik yang diputar pun beragam genrenya, ada yang beraliran pop, rock dan Jazz. Biasanya lagu yang diputar adalah lagu-lagu yang populer saat ini, seperti halnya lagu barat, lagu minang, lagu pop indonesia. Ironisnya, lagu dangdut yang katanya ciri khas indonesia adalah lagu yang langka dan jarang ditemukan di atas angkutan umum di kota Padang , yang ada hanya lagu “dangdut” yang sudah direcycle musiknya menjadi musik disco (istilah lainnya lagu orgen tunggal).

Bagi yang tidak terbiasa mendengar musik diatas mobil, naik angkutan umum di Padang  seperti masuk ke dalam nereka. Ditambah pula dengan suara musiknya yang teramat keras. Dari jarak 100 meter sudah terdengar musik angkotnya. Angkutan umum tersebut tak ubahnya seperti toko kaset, sayangnya toko berjalan itu tak pernah menjual kasetnya kepada pelanggan.

Satu lagi yang unik dari Padang  adalah kendaraan bermotornya, yang dikenal dengan sebutan honda. Dari hasil pengamatan, delapan (8) dari Sepuluh (10) kendaraan bermotor di Padang  hanya memiliki satu (1) kaca spion. Ini bukan kesalahan atau cacat bawaan dari pabrik, tapi ulah dari pengendara motor yang mencopot salah satu kaca spionnya.

Suatu ketika saya bertanya kepada seseorang pengendara bermotor yang mencopot kaca spionnya; “Kenapa anda mencopot kaca spionnya? Bukankah kedua kaca spion itu berguna?. Ia menjawab: “Malu saya memakai kaca spion dua-dua, udah kayak berdoa aja nih honda. Lagian nih kaca juga jarang digunain kok.”.

Jawaban itu membuat saya bertanya-tanya, kenapa jarang digunakan kaca spionnya dan kenapa mereka malu menggunakan dua kaca spion. Selidik punya selidik ternyata saya sampai kepada sebuah kesimpulan.

Pertama, jalanan yang ada didaerah ini membuat pengendara tidak memungkinkan untuk memfungsikan kedua kaca spionnya, karena rata-rata jalanan disini hanya satu jalur. Bila jalannya dua jalur, tentu kedua kaca spion itu menjadi sangat penting.

Kedua, kurangnya penegakan hukum dari aparat terkait. Aparat terkadang tebang pilih dalam menindak pengendara yang melanggar aturan. Kadangkala ada aparat yang berupaya mencari kesalahan pengendara hanya untuk mendapatkan uang tambahan.

Ketiga, kesadaran masyarakat dalam berlalu lintas sangat minim. Tidak hanya masalah kaca spion, dalam masalah helmpun banyak masyarakat yang tidak taat. Jika diperhatikan secara teliti, pada malam hari banyak pengendara bermotor yang tidak memakai helm. Tarkait hal ini, saya bertanya pula kepada salah seorang pengendara kendaran bermotor; “kenapa anda tidak memakai helm di malam hari” tanyaku. Katanya, “khan malam hari gak ada polisi”. Aku bertanya lagi, “emang kamu makai helm hanya gara-gara takut di tangkap polisi ya?”.  Ia berkilah dengan senyuman, “hiiihihihihi”. (2.05_12.11.10trt)

Iklan

One thought on “Padang Bagian dari Kampung Saya

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s