Gak Penting Yaa

Terjebak Dalam Dimensi Imajiner Yang Menyajikan Segumpal Angan.

Sesuatu hal yang tak tahu apa itu, telah berkecamuk di dalam jiwa. Pergulatan yang seru menghasilkan situasi Chaos  yang tak pernah diduga sebelumnya. Bimbang, takut, dan kecewa terakumulasi menjadi sikap yang tak jelas. Jejak langkah untuk menatap kehidupan dunia menjadi lunglai bagaikan seorang yang tak pernah mendapatkan asupan gizi.
Dunia memang kejam dan berat, tapi apa boleh buat, dunia ini memang di desain sebagai alat bagi penguninya untuk semakin menganal penciptanya. Banyak yang selalu mengingat zat yang telah menciptakanya, namun banyak pula yang lupa dengan proses penciptaan mereka.

Salah satu hasil karya Tuhan yang sangat menakjubkan adalah manusia. Manusia adalah makhluk istimewa yg dihasilkan oleh Tuhan. Segerombolan malaikat yang diciptakan sebelum manusiapun begitu terkesima dengan hasil karya Yang Maha Kuasa. Namun, beberapa oknum-yakni setan- menolak untuk tunduk kepada karya terbaik ini seperti yang telah di perintahkan oleh sang pencipta. Hal tersebut bermakna sebagai bentuk pemberontak terang-terangan di hadapan sang pemilik alam semesta.

Sengketa itu berujung dengan diberikanya hak prerogatif kepada sang pemberontak untuk mempengaruhi manusia agar ikut serta bersama mereka dalam menikmati wahana permainan yang disebut dengan neraka. Karcis untuk masuk kedalam wahana itu bakal diperoleh setelah menjalani kehidupan dunia yang tidak dilandasi oleh konsitusi hidup yang tersirat dalam sebuah kitab sakral.

Peran setan tak ubahnya seperti seorang calo yang memanfaatkan manusia yang terjebak dalam kebingungan dan kebodohan. Hal itulah yang mewakili perasaan saat ini, setan seakan mampu memanfaatkan sisi lemah dari seorang manusia yang tak berdaya ini.

Ide-ide yang berserakan di ranah imajinasi menjadi tak berguna apabila tidak dijembatani menuju ranah realitas. Potensi yang telah melekat di dalam diri tak ada manfaatnya. Malas yang merupakan produk unggulan dari setan semakin memenuhi ruang kosong yang tersembunyi di dalam jiwa. Tak heran jika jiwa-jiwa yang tadinya tenang menjadi kacau, rusuh dan tak beraturan/Chaos. (14.17_09.10.10trt)

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s