Ngepos via Hape

Islam Agama Perdamaian

Bangsa ini sedang terbelit dengan segudang masalah. Salah satu diantaranya adalah masalah terorisme. Pada dasarnya isu terorisme bukan hanya di Indonesia saja, melainkan sudah menjadi isu global yang sudah menjalar ke berbagai negara. Isu ini semakin marak semenjak terjadinya peristiwa Word Trade Center (WTC) pada 11 september 2001 silam di New York. Setelah serangan itu muncul tudingan kepada dunia Islam, terutama kelompok Islam radikal yang dianggap bertanggung jawab atas tragedi yang memakan korban ribuan manusia itu.

Indonesia yang mayoritas berpenduduk muslim juga merasakan efek domino dari serangan tersebut. Efek domino dari peristiwa 11 September itu berlanjut ke berbagai negara, tidak hanya negara berpenduduk non muslim yang merasakan dampaknya, negara yang mayoritas muslim ikut merasakan efeknya. Dampak nyata yang terjadi adalah semakin maraknya serangan bom bunuh diri di Indonesia yang notabane berpenduduk mayoritas muslim.

Aksi teror di Indonesia ini ditujukan kepada orang-orang non muslim yang tergolong “kafir” dan golongan ini diasumsikan sama dengan orang-orang Amerika dan sekutunya, sehingga lebih populer dengan semangat anti amerika. Dalam menjalankan aksinya, pelaku teror selalu membawa bendera agama, khususnya Islam sebagai pembenaran atas tindakan mereka. Fenomena ini membuat image agama sebagai sumber dari kekerasan semakin melekat. Padahal agama pada dasarnya bukan merupakan akar dari kekerasan, karena pesan inti agama adalah perdamaian.

Perlu dipahami bahwa kekerasan yang terjadi itu merupakan konsekwensi atas sikap intoleran terhadap orang lain (penganut agama lain). Sayangnya, sikap intoleran ini dikutip oleh pelaku dari sumber agama, yakni Al Quraan dan hadist, yang ditafsirkan oleh pelaku secara tekstual.

Hal ini didukung pula dengan adanya dalil-dalil, baik Al Quran maupun Hadist,  yang secara harifiah cendrung mengarahkan orang kepada kekerasan. Seperti dalam surat Al Baqarah ayat 191 yang berbunyi “dan bunuhlah mereka dimana saja kamu jumpai mereka”. Sejatinya, penafsiran dari dalil ini tidak hanya secara tekstual saja, melainkan perlu ditafsirkan secara kontekstual sehingga menghasilkan pemahaman keislaman yang mendalam.  Oleh karena itu, pada sebuah kesempatan Prof. Dr. Quraish Shihab pernah memaparkan bahwa terorisme atas nama Islam itu terjadi karena kesalahan tafsir saja.

Menurut hemat saya, Islam bukan merupakan sumber kekerasan. Islam adalah agama yang damai. Diantara ajaran itu, yang nampak sepele, tetapi sangat mendasar adalah bagaimana kita berdamai dengan diri sendiri untuk dapat menebar kedamaian kepada sesama manusia dan lingkungan kita. Sehingga, tak salah jika perperangan yang berat bagi manusia di dalam Islam itu adalah perang melawan hawa nafsu atau perang melawan diri sendiri.

Iklan

One thought on “Islam Agama Perdamaian

  1. yaah.. realita yg ada pada kebanyakan org adalah membaca kitab dgn tafsiran harafiah atau tekstual.. baiklah yg trjadi adalah tafsiran positif, tpi apabila tidak dan justru memperburuk citra kelompok trtentu, itu yg prlu di hindari…

    semangat peace maker..

    Suka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s