Ngepos via Hape

Obsesi Saya Ingin Jadi Teroris

Dalam kamus besar bahasa Indonesia obsesi diartikan sebagai gangguan jiwa berupa pikiran yg selalu menggoda seseorang dan sangat sukar dihilangkan. Dari pengertian diatas obesesi terkesan sebuah masalah kejiwaan yang amat serius. Secara sepintas obsesi mirip dengan khayalan, tapi pada prinsipnya kedua kata ini jauh berbeda. Khayalan adalah membayangkan sesuatu yang tidak ada menjadi benar adanya.

Sederhananya dapat ditelaah dari contoh berikut ini. Ketika makan disebuah restoran kita dilayani oleh pramusaji yang cantik. Kecantikan pramusaji itu membuat kita takjub dan ingin selalu dekat dengan pramusaji itu. Kalau kita terobsesi dengan pramusaji itu maka kita setiap hari akan makan di restoran itu dengan memesan menu makanan yang sama, duduk di tempat yang sama dan dilayani oleh pramusaji yang sama tiap hari. Bila pramusaji cantik itu tidak datang satu hari saja maka kita akan merasa gelisah dan cemas. Berbeda halnya jika kita berkhayal, maka kita hanya membayangkan berkencan dengan pramusaji tersebut tanpa harus datang tiap hari ke restoran itu.

Obsesi yang berlebihan dapat berujung kepada penyakit obsesif  komplusi dimana seseorang akan merasa gelisah terhadap hal-hal yang kotor pada dirinya, keraguan dan merasa kehilangan. Penderita melakuan perbuatan tidak rasional dan cendrung melakukan ritual, yaitu tindakan berulang seperti datang ke restoran tadi setiap hari hanya karena terobsesi kepada pramusaji cantik.

Terkait masalah obsesi ini tampaknya saya pernah merasakan gejala awalnya dimasa-masa remaja. Pada masa itu saya terobsesi ingin menjadi teroris. Meski pada mulanya berawal dari sebuah khayalan, tapi dikemudian hari meningkat menjadi level obesesi. Peningkatan itu berangkat dari pemberitaan di televisi yang menayangkan terus menerus agresi Amerika di Afghanistan. Ditambah pula dengan kebrutalan tentara Israil terhadap penduduk sipil di Palestina. Perperangan itu membuat saya anti Amerika dan melepaskan segala atribut yang berbau Amerika. Terlebih lagi sebelumnya serangan-serangan teroris begitu marak terjadi di pelosok dunia. Salah satu serang mematikan tersebut terjadi di Amerika yang notabene ikut andil dalam tumbuh kembangnya benih-benih terorisme

Entah ada keterkaitan atau tidak, ternyata saya ditakdirkan untuk mengenal salah satu kiblat pendidikan Islam di Indonesia. Seorang teman satu kostan pernah mengultimatum agar saya berhati-hati di tempat pendidikan baru itu. Teman tadi mengingatkan saya agar tidak terjerumus dalam pemahaman agama yang sempit. Lebih eksplisit lagi ia mewanti-wanti saya supaya tidak jadi “penganten’ yang bisa menelan korban jiwa.

Ternyata setelah saya mengenyam pendidikan disana, saya bukannya semakin terjerumus kedalam tindakan yang berbau teror. Pemahaman agama yang tadinya dangkal malah berubah menjadi pemahaman menyeluruh bagaikan samudra. Disana saya mengenal keberagaman. Disana pula saya bersentuhan dengan toleransi. Tak jarang jua saya digoda dengan pemikiran liberal, pluralisme hingga sekularisme. Satu hal yang mungkin tak terlewatkan adalah mengenal pemahaman-pemahaman yang radikal, konservatif dan fundamental. Lengkapnya berbagai pemikiran disana membuat diri kita bisa memilih mau dibawa kemana pola pikir ini. Semua kembali kepada pribadi masing-masing.

Berangkat dari itu, saya pribadi merasakan dampak signifikan atas pendidikan disana. Seandainya saya tidak ditunjukan jalan tersebut, mungkin obesesi saya sebagai teroris akan terus menerus mempengaruhi segala prilaku saya. Jadi, saya merasa bangga sebagai alumni dari kiblat pendidikan Islam di Indonesia.

Iklan

3 thoughts on “Obsesi Saya Ingin Jadi Teroris

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s