Gak Penting Yaa

Skandal Nurdin Halid

Heran saya melihat sikap yang dipegang oleh Nurdin Halid. Banyakanya tekanan untuk mundur dari kursi ketua umum PSSI tak membuat ia gentar. Mungkin ia menjabat sebagai petinggi sepakbola di negeri yang menganggap jabatan itu adalah segalanya. Coba kalau ia memimpin di negeri sakura, pasti ceritanya akan berbeda.

Faktanya kita tidak berada di Jepang, tapi di Indonesia. Dalam masalah prestasi, kedua negara jauh berbeda. Jepang sering mengenyam sengitnya kompetisi di event bergengsi sepakbola dunia dan merajai sepakbola di level Asia. Sedangkan Indonesia selalu berkutat di level Asia Tenggara, itu pun mulai deselip oleh negara-negara yang dulu peringkatnya berada di bawah Indonesia. Meski minim prestasi petinggi PSSI tetap bangga dengan kinerjanya.

Padahal harapan rakyat melihat kemajuan sepakbola Indonesia kian memuncak. Ditengah rumitnya persoalan bangsa, rakyat ingin dihibur dan dibuat bangga dengan prestasi sepakbolanya. Namun, apa yang terjadi tidak sesuai dengan harapan. Rakyat semakin runyam karena persoalan yang ada di PSSI tak jauh berbeda dengan persoalan mafia hukum yang mendera bangsa ini.

Baru-baru ini mantan anak buah Nurdin Halid buka suara. Kali ini ia mengumbar sedikit keboborokan yang ada di tubuh PSSI. Dari balik penjara Nurdin Halid pernah menelpon dia untuk mengganti wasit di 10 menit sebelum pertandingan Jatim vs Papua di PON tahun 2008. Permintaan itu bertujuan pasang muka di depan wakil presiden yang akan menonton pertandingan tersebut. Ketakutan akan terjadinya kerusuhan pada pertandingan itu tentunya akan mencoreng muka pimpinan PSSI itu di hadapan wakil presiden Jusuf Kalla. Untung saja Jusuf Kalla tidak hadir sehingga menyelamatkan sang ketua yang berada di balik jeruji penjara.

Kejadian demikian membuat kita miris. Begitu mudahnya wasit diatur oleh lembaga sepakbola tertinggi di negeri ini, mungkin saja disana terselip pengaturan skor oleh elite PSSI. Sebelumnya sang ketua PSSI sudah mewanti-wanti bawahannya supaya tidak menceritakan kejadian memalukan tadi. Sekarang kejadian itu telah menggelinding di publik. Kemana lagi muka harus dielakan, apa yang harus ditunggu. Sudah saatnya Nurdin Halid mundur dari PSSI.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s