Gak Penting Yaa

Menulis dalam Gelap

12963749471217875732

Gejolak politik yang terjadi di Mesri kian memanas. Setelah Tunisia berhasil dengan rovolusinya, kini giliran Mesir untuk menunggu masa depan politik. Kondisi yang terjadi di Mesir dan Tunisia ini sudah pernah terjadi di Indonesia. Ada hal menarik yang dapat ditelaah dari ketiga negara muslim tersebut, yakni peranan militer.

Hari ini Kompas.com mengulas tentang peranan militer, seperti yang tertuang dalam artikel yang berjudul Militer tentukan masa depan mesir. Setidaknya ada tiga seknario yang bisa diambil militer Mesir, yakni;

Pertama, militer mengambil alih kekuasaan langsung yang sekarang secara de facto sudah berada di tangan mereka.

Kedua, militer meminta Mubarak mundur untuk membuka jalan ke arah demokrasi di Mesir dan menyerahkan kekuasaan kepada pemerintahan transisi sipil, seperti yang terjadi di Tunisia saat ini.Ketiga, militer mempertahankan rezim Mubarak dengan transaksi politik tertentu seperti Mubarak harus membuka keran demokrasi dan memenuhi tuntutan rakyat, seperti reformasi sosial dan ekonomi untuk mengatasi pengangguran dan kemiskinan. Mubarak juga diminta tidak mencalonkan lagi dalam pemilu presiden di Mesir pada September tahun ini. Mubarak juga diminta tidak mewariskan kekuasaan kepada putranya, Gamal Mubarak.

Tapi disini saya menambahkan satu seknario lagi, yaitu Militer mampu meredam kekacauan yang terjadi sehingga presiden Husni Mubarak memperpanjang lagi masa kepemimpinannya di Mesir. Pergolakan rakyat Mesir memaksa Presiden Husni Mubarak merubah struktur politik dengan membentuk kursi wakil presiden yang tidak pernah ada sebelumnya. Kalaupun tuntutan mundur presiden Husni Mubarak tidak dapat dibendung, maka pos wakil presiden bisa menjadi bagian suksesi untuk tetap mempertahankan kekuasaan Husni Mubarak dengan mengisi kursi kepresidenan oleh kroni-kroninya.

Salah satu faktor yang tidak bisa dikesampingkan adalah faktor luar negeri, dimana peranan Amerika ikut menentukan masa depan politik di Mesir. Dari beberapa seknario itu Amerika akan memilah-milah mana seknario yang dapat menjaga kepentingan Amerika di Timur Tengah. Amerika akan mensuport salah satu seknario yang menguntungkan mereka.

Disamping itu, langkah-langkah oposisi di Mesir akan memberi warna bagi perpolitikan Mesir. Kemampuan Oposisi untuk mempengaruhi kebijkan para petinggi Militer Mesir ditengah kekacauan ini akan menguntungkan sekali bagi pihak opoisisi. Ketika Oposisi mampu mempengaruhi Militer untuk menumbangkan rezim Husni Mubarak, maka bagi-bagi “kue” kekuasaan akan memuaskan kedua belah pihak. Tapi ingat, rezim Husni Mubarak juga mengiming-imingi “kue” kepada petinggi Militer yang loyal kepadanya.

Semua kemungkinan masih bisa terjadi diluar empat seknario tadi. Kita tunggu seperti apa nantinya masa depan politik di Mesir setealah kekacauan ini. Menonton politik di Mesir saat ini tidak seperti menonton sinetron di televisi yang bisa ditebak alur ceritanya. Jadi, seknario seperti apakah yang dapat mengakhiri kekacauan yang terjadi di Mesri. KITA TUNGGU… (15.10_30.01.11trt)

Iklan

2 thoughts on “Menulis dalam Gelap

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s