Penting Gak Yaa

Larangan Merokok Dalam Adegan Film dan Televisi

Langkah Cina dalam mengontrol rokok memang patut ditiru. Ditengah ketidakmapuan pemerintahan Cina menghilangkan kebiasaan 300 juta perokok di kalangan warganya, Cina mengeluarkan larangan adegan merokok dalam film dan televisi.Seperti laporan antara, Badan pengawasan media Cina menyerukan untuk mengontrol ketat adegan merokok, khususnya adegan yang menampilakan gambar yang menayangkan orang menyulut rokok. Dari survei di sebuah sekolah menengah di Beijing menunjukan bahwa 33 persen (%) dari 11.000 siswa mencoba merokok setelah melihat aktor menyalakan rokok di televisi.

Bagaimana dengan Indonesia??

Dari survei kecil-kecilan yang pernah saya lakukan beberapa waktu lalu. Saya menemukan bahwa 7 dari 10 film layar lebar Indonesia terdapat adegan merokok. Dalam survei ini saya tidak memakai metode akademik, karena namanya saja survei kecil-kecilan. Saya hanya memperhatikan setiap adegan para aktor dan aktris, apakah ada para aktor dan aktris tersebut menyulut rokok.

Ternyata, dari 10 Film Indonesia yang saya koleksi di rumah. Saya menemukan 7 film Indonesia yang menayangkan adegan merokok secara vulgar oleh para aktor dan aktrisnya. Hasil ini masih berupa survei tanpa metodologi, bagaimana pula jika survei ini dilakukan secara metodologis. Tentu kita akan menemukan fakta yang mengejutkan, betapa peranan media –terutama film dan televisi– dalam mengkampanyekan rokok cukup besar.

Rasanya, saya hanya bermimpi jika mengharapkan pemerintahan Indonesia mengontrol rokok dengan melarang adegan merokok dalam film dan televisi. Dalam pembahasan UU Kesehatan saja, ayat tembaku yang terdapat dalam undang-undang tersebut bisa dihilangkan oleh para mafia. Belum lagi keengganan pemerintah Indonesia dalam melarang iklan rokok dalam setiap perhelatan yang melibatkan anak-anak yang sangat berpotensi untuk menjerumuskan mereka sebagai pecandu rokok.

Tapi saya masih tetap berpikir positif, semoga mimpi buruk saya tersebut tidak terjadi. Saya berharap pemerintah melakukan kontrol yang ketat terhadap rokok dan tembakau. Itikad baik pemerintah dalam kontrol tembakau memang sudah tampak dengan diberlakukannya Perda larangan merokok ditempat umum yang telah dikeluarkan di beberapa daerah di Indonesia. Perda saja tidak cukup, pemerintah perlu mengawasi iklan-iklan rokok secara nasional, terutama “iklan” terselubung yang terdapat dalam adegan film-film Indonesia.

Tak mustahil kiranya Indonesia berkaca kepada Cina yang telah memberlakukan larang adegan merokok dalam film dan televisi. Disamping itu, sineas Indonesia harus ikut andil dengan tidak menampilkan adegan yang mempertontonkan para aktor yang menyulut rokok dalam filmnya. Sementara biarkanlah kita –perokok dan tidak perokok– memilih pilihan untuk merokok atau tidak, tanpa dipengaruhui oleh iklan-iklan rokok yang nyata dan terselubung itu. Dan kita perlu menjaga agar anak-anak penerus masa depan bangsa tidak ikut pula kecanduan zat adiktif.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s