Gak Penting Yaa

Jika Gayus Berdiri di Pintu Surga

Semenjak awal kasus Gayus mulai bergulir di berbagai media, saya berpikir bahwa kasus ini tak ubahnya seperti kasus-kasus lainnya. Kasus pegawai pajak golongan rendah yang mampu meraup pundi-pundi uang dalam intensitas  tinggi itu tidak membuat saya heran. Sikap apatis tersebut tak terlepas dari prilaku para pejabat di negara ini yang selalu mempertontonkan kebobrokan.

Salah satu kebobrokan itu terdapat dalam tubuh Polri yang menyeret beberapa oknum petinggi Polri ke meja hijau. Meski oknum yang tersandung itu tidak sampai pada tataran pejabat tinggi di mabes Polri, setidaknya para bawahan yang berpangkat sebagai perwira menengah sudah menjadi tameng dari ketidakbecusan para pemimpin mengontrol bawahannya. Dengan dijatuhinya sanksi kepada para perwira menengah ini publik sedikit terobati kekecewaanya atas prilaku koruptif para pejabat.

Tidak hanya Polri, institusi hukum lainnya seperti Kejaksaan Agung juga kena getahnya. Terungkapnya kasus gayus semakin menambah jumlah para jaksa yang tersandung prilaku koruptif di gedung bundar. Tontonan yang lebih ironis lagi begitu tampak pula di tingkat peradilan, yang mana Hakim yang sebelumnya memutus bebas kasus gayus juga ikut-ikutan melakukan tindakan korupsi.

Begitu banyaknya institusi yang terlibat dalam kasus pegawai pajak golongan IIIa ini membuat bangsa kita heboh dengan ulah para mafia hukum. Gayus yang berlabel sebagai mafia hukum tampak adem ayem saja. Ia begitu santai dengan kasus hukum yang menjeratnya. Walaupun Gayus berada di dalam penjara, ia masih bisa santai dengan berlibur ke pulau Bali untuk menonton pertandingan Tenis.  Tour dari penjara ke pulau Dewata yang dilakukan Gayus membuat publik curiga bahwa Gayus membawa agenda lebih besar dalam liburannya. Apalagi dalam waktu bersamaan politisi yang diduga terlibat dengan kasus Gayus juga berada di pulau eksotik tersebut.

Tindakan Gayus yang pelasiran ke Bali tersebut membuat pemberitaan di berbagai media begitu heboh, terutama ketika Gayus belum mengakui kunjungannya ke Bali. Setelah Gayus mengaku bahwa foto orang berkacamata yang ada di lapangan tenis itu adalah dia, baru berita di media sedikit mereda. Publik menghargai kejujuran yang ditunjukan oleh Gayus dalam kasus jalan-jalannya ke Bali. Namun, publik masih menantikan kejujuran Gayus dalam mengungkap mantan kliennya yang telah memanipulasi uang pajak.

Tidak lama berselang, orang yang pernah kaya mendadak ini kembali bikin heboh bangsa ini. Kali ini muncul dugaan bahwa orang mirip gayus juga pernah berkunjung ke luar negeri. Negara yang dikunjunginya tidak satu negara melainkan tiga negara. Foto orang mirip gayus yang tertempel di sebuah paspor yang diterbitkan oleh instansi di Kemenkum HAM beredar di internet. Kembalinya foto mirip Gayus ini akan menambah perbendaharan instansi pemerintah yang ternodai oleh tindakan korupsi oknum pejabatnya. Tentu polemik ini bakal kembali ramai lagi yang bisa mengundang perhatian publik, bahkan bisa mengundang perhatian para malaikat.

Seandainya malaikat Jibril diperkenankan Tuhan untuk membisikan ke Gayus supaya ngaku dan jujur bahwa foto dalam paspor itu adalah dirinya, mungkin Jibril akan membawa Gayus ke tempat dimana tercium bau surga. Terlebih lagi, malaikat akan membawa Gayus menuju pintu surga bila ia secara gamblang dan terperinci mengungkap semua pengusaha yang merugikan negara yang ditanganinya. Tapi dengan catatan orang-orang yang terlibat penipuan itu juga dihukum seperti hukuman para pencuri lainnya. (00.59_06.01.11trt)

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s