Ngepos via Hape

PENDEKATAN TRANSISI DEMOKRASI

Untuk memahami fenomena politik islam di Indonesia, maka kita perlu menggunakan berbagai macam pendekatan politik. Diantara pendekatan itu terdapat sebuah pendekatan yakni pendekatan transisi demokrasi. Dengan pendekatan ini kita dapat menggambarkan peranan islam politik dalam perpolitikan di Indonesia.
Jika berbicara transisi demokrasi, maka kita juga akan membicarakan tentang demokrasi. Padahal hingga sekarang para ahli masih berselisih faham tentang domokrasi, sehingga tak dapat dipungkiri bahwa demokrasi merupakan masalah yang cukup problematik. Walaupun demikian, demokrasi tetap menjadi pilihan bagi negara-negara berkembang maupun negara-negara maju.
Salah satu negara berkembang yang berupaya untuk menerapkan dalam kehidupan politik ialah Indonesia. Penduduk Indonesia yang mayoritas muslim telah mewarnai corak demokrasi di negara ini. Peranan islam dalam proses demokrasi tidak dapat dielakan, buktinya dapat dilihat aktifitas partai-partai islam, gerakan islam cultural, ekonomi, social dan lembaga-lembaga keagamaan. Peranan inilah yang kemudian terlibat secara langsung dalam proses transisi demokrasi.
Pada dasarnya transisi merupakan peralihan dari satu rezim kepada rezim yang lainnya. Sedangkan, transisi demokrasi dapat dikatakan sebaga peralihan dari satu demokrasi ke demokrasi lainnya. Jika dilihat dari konteks Indonesia, kita dapat melihatnya dari proses demokrasi yang dilakukan.
Pasca kemerdekaan, Indonesia mengalami berbagai bentuk system demokrasi yakni demokrasi parlementer, demokrasi terpimpin, damokrasi pancasila dan demokrasi pasca reformasi. Tingkat demokratisasi diantara system domokrasi yang dijalankan berbeda-beda, dan bahkan beberapa kalangan menganggap bahwa demokrasi parlementer merupakan system domokrasi yang paling demokratis. Sedangkan dua demokrasi sesudahnya dianggap tidak berjalan demokratis dan cendrung otoriter.
Apabila ditelaah lebih mendalam, munculnya demokrasi terpimpin tidak terlepas dari tingginya politik aliran di parlemen saat itu, sehingga sukarno pun memutuskan untuk mengeluarkan dekrit presiden. Latar belakang dari lahirnya dekrit ini disebabkan karena terdapat polemic yang tajam dalam dewan konstituante antara golongan islam dan golongan nasionalis.
Kemudian, pemerintahan pada demokrasi terpimpin mulai mencurigai kalangan islam yang dianggap kontra revolusi. Kecurigaan itu berakhir dengan menekan kekuatan-kekuatan islam politik, seperti pembubaran masyumi dan pengekangan politik bagi elite-elitenya. Dalam kondisi ini, golongan komunis dan militer mendapatkan tempat disisi kaum nasionalis yang sedang berkuasa.
Hubungan harmonis antara nasionalis, komunis dan militerĀ  tidak berjalan lama karena kalangan komunis berinisiatif untuk melakukan kudeta. Kudeta ini berhasil ditumpas oleh militer. Sedangkan disisi lain kekuasan sukarno yang begitu besa pada demokrasi terpimpin sudah mulai memudar. Oleh karena itu, militer tampil sebagai sebuah kekuatan politik yang menggantikan kekuasan sukarno.
Pasca runtuhnya demokrasi terpimpin dibawah kekuasan Sukarno, maka kemudian lahir sebuah demokrasi pancasila yang berada dibawah kekuasan Suharto, yang dikenal dengan orde baru. Peranan politik islam dalam masa peralihan ini hampir tidak terlihat sama sekali. Yang lebih menyedihkan islam sebagai kekuatan politik semakin dipinggirakan oleh rezim yang berkuasa.
Pada periode akhir dari kekuasaan orde baru, penguasa mulai bersikap akomodatif terhadap islam. Namun, sikap ini tidak mampu membendung kekuatan islam politik yang dimotori oleh elite-elite islam. Sehingga pada akhirnya mahasiswa berhasil menurunkan Suharto dari kekuasaan. Dengan jatuhnya kekuasan Suharto, maka elite-elite islam tampil sebagai kekuatan politik yang baru di kancah politik nasional yang mengusung demokrasi pasca reformasi.
Untuk itu, masa transisi demokrasi di Indonesia baru mengalami tiga fase. Fase pertama peralihan dari demokrasi parlementer menuju demokrasi terpimpin. Fase kedua peralihan dari demokrasi terpimpin ke demokrasi pancasila. Terakhir, fase ketiga yang masih berjalan hingga sekarang yang peralihan dari demokrasi pancasila menuju demokrasi pasca reformasi.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s