Gak Penting Yaa

Pemikiran Politik Jhon Calvin

LATAR BELAKANG LAHIRNYA REFORMASI PROTESTAN
Penggerak reformasi protestan dirintis oleh beberapa tokoh seperti martin luther, Zwingli, Johon Calvin dan lain-lain berdampak luas terhadap pemikiran social, keagamaan dan politik Eropah. Pergerakan ini pada awalnya hanyalah sebatas bentuk protes terhadap kekuasan imperium katolik roma. Setelah itu gerakan ini dianggap suatu gerakan yang menentang kekuasaan paus di roma. Reformasi ini juga melahirkan pradigma baru dalam melihat ritus-ritus keagamaan dan etos kapitalisme barat.
Reformasi protestan merupakan tahap lanjutan dari gerakan renainsanss Italia. Namun, kedua gerakan ini memiliki perbedaan secara fundamental. Gerakan reformasi melahirkan prinsip bahwa akhirat dan kehidupan spritual lebih penting dari pada kehidupan dunia, manusia pada dasarnya corrupt dan bejat moralnya, percaya pada akal dan toleransi. Renaisans dan reformasi muncul sebagai akibat dari perlawanan gigih terhadap dominasi kepausan dan gereja abad pertengahan.
Gerakan reformasi protestan pada hakikatnya merupakan produk perlawanan terhadap gereja katolisisme. Selama berabad-abad gereja dan lembaga kepausan telah melakukan berbagai penyimpangan keagamaan tanpa ada satu kekuatan pun yang mampu meluruskan penyimpangan tersebut. Jika ada yang mencoba untuk meluruskanya, biasanya tindakan yang dilakukan gagal dan berakhir secara dramatis. Penyimpangan keagamaan itu diantaranya ialah penjualan surat pengampunan dosa (indulgencies) yang dilakukan paus. Pada waktu itu ada juga paus yang memiliki anak diluar nikah, itu disebabkan adanya peraturan yang melarang pemuka agama katolisisme untuk menikah. Sebab yang lain adalah penyimpangan dalam acara sakramen suci yang menimbulkan tahayul dan mitologisasi yang tidak masuk akal. Disisi lain dominasi doktirnal gerja katolik abad pertengahan dan agustianisme juga merupakan penyebab lain lahirnya gerakan reformasi.
Disamping itu, perkembangan kapitalisme dan krisi ekonomi di kawasan imperium roma menjadi faktor ekonomis yang mengakselerasikan kelahiran gerakan reformasi protestan. Dari segi doktirn keagamaan perkembangan kapitalisme menurut reinterpetasi terhadap doktirn katoliksisme. Kecemburuan sosial yang terasa oleh kaum bangsawan mengenai pembangunan gereja dari uang pajak yang melimpah, dimana vatikan di bangun gereja yang sangat mewah. Sedangkan negara lain mengalami kesulitan dana untuk membangun gereja.
Kemudian, kaum bangsawan atau penguasa lokal mempunyai peranan penting dalam membentuk reformasi protestan. Disamping itu para penguasa atau bangsawan memiliki motivasi politik tersendiri dan cita-cita nasionalisme. Mereka berambisi melepaskan diri dari kekuasan politik dan spritual imperium katolik roma. Dan mereka juga bermaksud untuk membentuk pemerintahan tersendiri dengan batas wilayah yang mereka inginkan. Cita-cita politik dan ambisi ini yang menggerakan mereka untuk membentuk apa yang dinamakan negara-bangsa (nation state). Bangkitnya kesadaran nasionalisme dan protes terhadap penyimpangan ekonomi maupun penyimpangan  agama memberikan fondasi sosial politik yang kokoh bagi kelahiran reformasi protestan.

PERJALANAN HIDUP JHON CALVIN
Jhoanes Calvin lahir pada tanggal 10 Juli 1509 di kota Nyon (Prancis Utara). Pada tahun 1523 Calvin masuk sekolah latin di Paris, disana ia mempelajari ilmu humanisme dan scholatik. Sejak tahun 1525 orang prancis yang menganut reformasi dianiaya oleh pemerintahan dan raja Frans. Sehingga kaum reformasi di Prancis tidak berani menyatakan iman barunya. Disinilah Calvin mulai mengenal dan menyelidiki reformasi bersama teman-temanya. Pada awalnya Calvin tidak mau dilibatkan dalam gerakan reformasi ini, karena Calvin ingin menjadi sarjana humanis yang ingin hidup demi ilmu pengetahuan. Mau tak mau Calvin terjun juga dalam perjuangan reformasi.
Calvin terpaksa meninggalkan paris karena kota itu tidak bisa memperjuangkan gerakanya karena dikuasai oleh pemerintahan yang tidak setuju dengan gerakan reformasi. Maka Calvin memutuskan untuk pindah ke kota lain yakni Basel. Di kota ini ia menyelesaikan kitabnya yang bernama institution yang menguraikan organisasi gereja dan soal negara. Pada pendahuluan kitab ini Calvin menulis bahwa kitab ini dipersembahkan kepada raja Prancis, untuk menjelaskan kepadanya keikhlasan pembaruan gereja. Buku ini dimaksudkan bagi kaum reformis di Prancis dan kitab ini menjadi kitab dogmatic reformasi yang termasyhur di dunia.
Pada tahun 1536 ia pergi berlindung ke istana permaisuri ferrara di italia utara. Atas saran ferrara Calvin kembali ke Basel melewati kota jenewa. Di kota Jenewa ia ditahan oleh pastur Willem Farel supaya tinggal di kota ini untuk membantu dia dalam pekerjaan reformasi. Karena dibujuk oleh Farel maka Calvin memutuskan untuk tinggal di kota Jenewa untuk memperjuangkan gerakan reformasi. Setalah ia menjalankan tugas beberapa tahun Calvin mendapatkan tantangan dari dewan kota, sehingga ia dan farel di usir dari kota Jenewa. Dewan kota pada waktu itu dikuasai oleh lawan-lawan Calvin. Namun, tahun 1540 kawan-kawan Calvin mampu menguasai dewan kota, karena dewan kota sebelumnya membuat kesalahan yang fatal yang mengakibatkan kerugian bagi kota jenewa. Sehingga Calvin kembali ke jenewa untuk melanjutkan tugasnya membangun reformasi protestan. Tahun 1558 Calvin mengalami penyakit yang cukup parah, dan pada tanggal 27 Mei 1564, ia tidak mampu lagi menahan sakitnya sehingga nyawanya tidak mampu lagi bertahan di dunia.

KONSEP PEMIKIRAN CALVIN
Konsepsi politik Calvin secara teoritis sangat mirip dengan agustinus. Pemahaman dengan perlunya pemerintahan yang disebabkan kejahatan manusia memiliki kesamaan dengan istilah dosa yang menjadi alasan dalam pandangan Agustinus. Perbedaan yang mencolok menyangkut “kerajaan spritual” yang berada dalam jiwa dan pemerintahan sipil yang mengatur prilaku lahiriah sangat jelas dalam diri Calvin. Pemikiran Calvin yang menjadi basis teologis pemikiran protestanisme adalah gagasannya tentang takdir (predestination) yang telah ditentukan tuhan. Asumsi dasar bahwa manusia berdosa secara alamiah dibenarkan menurut doktirn Calvin. Jika manusia ingin selamat maka manusia harus memperolah rahmat dari tuhan (grace of god)
Maka dengan itu manusia dituntut untuk selalu berbuat kebajikan, asketis demi keagungan  tuhan. Manusia diharuskan berjuang keras untuk melawan semua nafsu hewani. Disini Calvin menenkankan cara untuk mengatasi itu semua tidak harus menjalankan kehidupan monastik (menjadi biarawan dan biarawati). Akan tetapi bisa dijalankan dalam kehidupan sehari-hari tanpa harus menjadi biarawan dan biarawati yang hidup terisolasi dari kehidupan  dunia. Dalam konteks ini Calvin merumuskan ajaran tentang asketisme duniawi.
Asketisme protestanisme ini mengjarkan orang untuk perlu mencari kekayaan karena kekayaan itu sendiri tidak mengakibatkan dosa. Yang menimbulkan  dosa adalah apabila kekyaan itu diperoleh dengan cara haram dan digunakan untuk berfoya-foya. Menurut Calvin sumber segala dosa adalah perbuatan menyiakan waktu. Asketisme protestan ini juga menjunjung tinggi efisiensi dan rasionalitas.
Menurut doktirn Calvin sakramen-sakramen suci dalam katolisisme tidak bisa memberikan penyelamatan, Calvin dan luther sama-sama anti sakramen suci. Sedangkan Webber menilai bahwa gagasan anti sakramen ini telah menghapus berbagai kepercayaan magis dan mitos-mitos keagamaan yang berlangsung berabad-abad. Weber juga menyatakan bahwa doktrin anti sakramen Calvin lebih jauh memperkuat  semangat individualisme. Manusia diposisikan bisa langsung berhadapan dengan tuhan, tanpa perantara gereja maupun pemuka agama.
Sikap Calvin yang sangat positif terhadap pemerintahan ternyata memiliki maksud dan tujuan tersendiri. Disamping terselenggaranya dan tercapinya tujuan-tujuan kepentingan umum (public good). Calvin sangat mengharapkan agar pemerintahan juga menjadi pelindung gereja, termasukk dalam melindungi doktrin-doktrin gereja. Dengan ini De Jonge memberikan tiga kesimpulan mengenai pemikirna politik Calvin yakni teokrasi dimana tuhan yang memerintah diwakilkan pelaksanaanya kepada manusia tetapi manusia bukan personifikasi atau representasi tuhan, bibilokrasi dan kristokrasi.
Calvin memperoleh inspirasi dalam merumuskan doktrin-doktrinnya melalui beberapa sumber. Pertama, ajaran nabi-nabi hebrew dan alkitab baik yang terdapat dalam perjanjian baru (old testment) maupun perjanjian baru  (new testment). Kedua, dari luthernisme, adanya kemiripan antara Calvinisme dengan luthernisme, terutama tentang doktirn asketisme duniawi, anti sakramen suci dan monastisisme menunjukan pengaruh luther terhadap Calvin. Ketiga, ini hipotesis, sumber-sumber ajaran islam.
Sumber-sumber ajaran islam ini dapat dilihat dari hipotesis Nurchalis Majid yang menunjukan bahwa adanya pengaruh islam terhadap doktirn Calvinisme. Buktinya dapat dilihat dari ajaran reformasi bahwa kitab suci terbuka untuk semua pemeluk agama kristen, baik itu pastur maupun masyarakat biasa berhak dan menafsirkan kitab suci. Setelah itu, dapat dilihat dari ajaran mengenai tanggung jawab individu pada tuhan. Bukti lain dapat dilihat dari doktrin takdi Calvin. Nurchalis madjid berpendapat bahwa doktirn Calvinisme in sepenuhnya merupakan carbo copy dari doktrin imam al asy’ari mengenai al fadl (kemurahan) dalam kaitanya dengan doktrin al kasb (usaha).
Gerakan reformasi dibawah protestan dan luther memiliki dampak yang cukup besar. Pertama, dampak sosial politik eropah dan negara barat umumnya. Reformasi protestan menumbuhkan benih-benih demokratisai politik. Demokrasi ini juga mengakibatkan tercabik-cabiknya western christendom menjadi negara-negara nasional kecil tanpa harus menjadi negara kekuasan dibawah lembaga kepausan roma. Kedua, reformasi juga menyebabkan terbelahnya agama kristen menjadi sekte-sekte kecil seperti luthernisme, Calvinisme, anglicanisme.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s