Gak Penting Yaa

Menyesal Karena Tidak Jadi Pulang Kampung

Memang menyesal itu selalu datang belakangan. Hal itulah yang aku rasakan dalam dua hari ini(4-5 Juli). Dalam dua hari itu ada acara pernikahan kakakku di kampung halaman. Namun, aku tidak dapat menghadiri acara pernikahan itu, karena ada masalah kuliah yang menghalangiku untuk hadir dalam acara itu.


Padahal, sebelumnya aku ingin sekali pulang kampung untuk menghadiri acara pernikahan tersebut, Namun, keinginanku itu semakin melemah ketika masih ada urusan kuliah yang belum terselesaikan.

Keadaan demikian membuat aku semakin ragu untuk memutuskan pulang atau tidak. Diantara keraguan itu aku memutuskan untuk tidak pulang kampung. Keputusan itu akhirnya aku ambil dengan dilandasi pada keragu-raguan.

Beberapa kali aku menelpon keluargaku di kampung halaman untuk mengkonfirmasi ketidakpulangaku. Akan tetapi mereka menyarankan aku untuk pulang, walaupun hanya beberapa hari. Saran itu membuat aku terbesit kembali untuk pulang kampung.

Entah angin apa yang membuat aku mengabaikan saran itu, sehingga aku memutuskan secara bulat untuk tidak pulang. Kepeutusanku itu dimaklumi oleh keluargaku, dan mereka menyerahkan kepadaku untuk pulang atau tidak.Akupun menguatkan komitmenku untuk tidak pulang.

Setelah datang hari resepsi pernikahan, akupun menyesali keputusanku. Penyesalan itu terasa ketika disaat itu aku menelpon ke rumah. Suasana pesta pernikahan yang meriah membuat aku merasa semakin rindu dengan moment terindah kakakku tersebut.Suasana pesta yang terdengar dibalik ponselku, tak mampu menutupi rasa rinduku. Saat itupula terbesit kembali keinginan untuk pulang. Namun, sudah terlambat karena aku sudah melewati moment-moment yang penting.

Walau bagaimanapun, aku tidak harus terbuai oleh penyesalanku. Kedepan aku harus mengambil keputusan yang tepat, sehingga aku tidak menyesalinya di kemudian hari. Jadi permaslahan ini akan menjadi pengalaman yang berharga bagiku di saat yang akan datang.

Disamping itu, melalui catatan ini aku menyampaikan selamat menempuh bahtera rumah tangga kepada kakakku yang ke-5, Adek Mardewi. Semoga disaat mengarungi bahtera ini, meraka mampu mengadapi badai kehidupan yang akan menghadang. Dan semoga bahtera rumah tangga ini berjalan hingga masa tua (kakek2-Nenek2).

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s