Gak Penting Yaa

Korban Skandal Bank Century

Secara politis, kasus Century bisa dikatakan sudah selesai. Selesai bukan berarti kasus ini tutup buku, tapi kasus ini sudah selesai melewati masa kritis setelah dikeluarkan keputusan DPR melalui voting yang penuh dengan sandiwara politik. Kasus Century telah banyak memakan korban, salah satu diantaranya adalah Sri Mulyani mantan menteri keuangan yang dianggap sebagai orang yang bertanggung jawab dalam bailout bank Century.  

Setelah itu, masalah Century dibawa ke ranah hukum. KPK dipercaya untuk menindaklanjuti temuan DPR agar mega skandal Century tuntas dengan segera. Semenjak ditangan KPK, skandal Century tak tahu lagi rimbanya. Sedangkan Polri dan Kejaksaan dapat jatah untuk ngurus masalah hukum yang menjerat aktor-aktor Bank Century, seperti Pemilik  Bank Century Robert Tantular dan Hermanus Hasan Muslim (Hermanus)  Dirut Bank Century.

 

Satu persatu jerat hukum yang mendera pemilik dan Dirut Bank Century telah divonis hakim pengadilan. Kini, Arga Tirta Kirana (Arga) yang notabene bawah Robert  dan Hermanus dijerat ke meja hijau. Anehnya, tuntutan yang diberikan Jaksa kepada Arga lebih rendah dari pada atasanya Robert Tantular. Arga dituntut dengan hukuman 10 tahun penjara dan denda 10 miliar, sedangkan Robert Tantular dituntut dengan hukuman 8 tahun penjara dan Hermanus dituntut 6 Tahun Penjara.

 

Tuntutan hukuman terhadap bawahan lebih rendah dari pada atasan.  Hal ini membuat Alanda Kariza, anak Arga merasakan ketidakadilan pada keluarganya. Entah fakta hukum apa yang didapat jaksa, sehingga menuntut Ibu Alanda dengan hukuman 10 Tahun.Tuntutan hukum yang  diterima ibu Alanda tidak bisa diterima oleh nalar.

 

Kasus ini seperti kisah antara seorang petani Indonesia dengan Tuan Halal bin Fulus dari Arab yang ditulis oleh Tan Malaka dalam karya Madilog. Orang yang tak berdaya dan tidak punya uang akan dikalahakan oleh mereka yang punya uang, terutama dalam sengketa di pengadilan. Dalam blognya, Alanda menulis “Apakah karena keluarga kami tidak memiliki uang? Ataukah karena Ibu justru terlalu baik?”. Alanda menilai pilar-pilar hukum hanya menjebloskan orang-orang ‘kecil’ ke penjara seperti  ibu Alanda yang merupakan korban dari atasan ibunya di Bank Century.

 

Kasus Bank Century sudah memakan banyak korban, tidak hanya ibu Alanda dan Sri Mulyani saja. Korban paling nyata adalah nasabah Bank Century yang ditipu dengan produk reksadana bodong dari Antaboga yang dimanipulasi oleh direksi Bank Century. Para nasabah Bank Century dengan sangat terpaksa harus kehilangan uang mereka. Kedepannya, siapa lagi yang jadi korban efek domino skandal Century.

 

Saya teringat dengan seorang teman yang menggarap kasus Bank Century sebagai bahan skripsinya. Takutnya, teman tadi menjadi korban berikutnya dari efek domino skandal Bank Century. Dengan separuh bercanda saya bilang “Sampai saat ini skandal Century tak pernah selesai, jangan-jangan skripsimu juga tak selesai-selesai juga seperti kasus Century ini”. Maaf, saya hanya bercanda. Saya berharap kasus Bank Century ini terselesaikan dengan seadil-adilnya. Begitu pula dengan skripsi teman saya, agar selesai dengan secepatnya. ((1102092239trt))

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s