Gak Penting Yaa

Khutbah Jumat di “Universitas Harvard”

Orang-orang yang pernah mengenyam dunia maya atau Internet tentu tak asing lagi dengan situs jejaring sosial Facebook. Situ Fecebook semakin populer semanjak Barrack Obama terpilih sebagai Presiden pertama yang berkulit hitam di Amerika. Bahkan syndrom fecebook mulai merambah industri perfilman di dunia, salah satunya industri film Holywood yang telah menelorkan sebuah film berjudul The Social Network.

 

Di dunia internet, film The Social Network bisa diunduh dengan leluasa jika kita enggan membeli CD bajakan atau menontonnya di bioskop. Bagi saya mengunduh adalah pilihan tunggal yang telah ditentukan oleh takdir. Tak mungkin membeli CD bajakannya, karena disini tak satupun yang menjual CD bajakan film-film terbaru. Tentunya saya tidak dapat pula menonton di bioskop, karena disini bioskop sudah menjadi gedung pra sejarah.

 

Untuk mengunduh film The Social Network tersebut, saya harus menguras kesabaran yang ekstra. Hampir 24 jam waktu dihabiskan mendownlod film yang memiliki kapasitas 700 MB. Dengan berbekal modem lemot, usaha itu akhirnya membuahkan hasil, walaupun saya merasa kecewa dengan proses download yang begitu lama.

 

Kekecewaan sedikit terobati ketika saya menyaksikan film ini. Percakapan antara dua orang mahasiswa dengan Rektor Universitas Harvard yang terdapat dalam adegan film The Social Network tersebut membuat saya takjub. “Kegelapan adalah ketidakberadaan cahaya dan kebodohan kalau begitu adalah ketidakberadaannya aku” itulah pernyataan yang dilontarkan rektor sebelum berbincang dengan kedua mahasiswanya.

 

Kata-kata itu membuat saya teringat dengan khutbah jumat di mesjid sekitar lenteng agung beberapa waktu yang lalu. Khatib berujar bahwa “Kegelapan adalah ketidakberaan cahaya dan kejahatan yang dilakukan manusia terjadi karena ketidakberadaan tuhan dalam diri orang yang berlaku jahat tersebut”.

 

Pernyataan demikian tak pernah terlupakan bagi saya. Mungkin itu khutbah terbaik dari sekian banyak khutbah yang pernah saya dengar sejak saya beranjak baligh. Hal yang membuat saya menjatuhkan pilihan terbaik, karena baru pertama kali saya mendengar khutbah yang disampaikan dari sudut pandang filsafat. Sebelumnya, bahkan hingga kini, tema khutbah selalu didominasi oleh prespektif Fiqih.

 

Tanpa saya duga, statemen “Kegelapan adalah ketidakberaan cahaya” itu kembali saya dengar dalam percakapan di film The Social Network. Mendengar hal tersebut membuat saya merasa mendengar khutbah dari “rektor” Harvard, seperti halnya saya mendengar khutbah di mesjid sekitar Lenteng Agung. (00.50_20.12.10trt)

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s