Gak Penting Yaa

Hari Pertama di Tahun Hijriah

Hari pertama ditahun 1431 1432 Hijriah sudah terlewati. Berbagai macam aktifitas dilakukan oleh setiap insan, terutama sekali para muslim. Ada yang menyambut tahun baru Hijriah dengan berzikir secara massal dan ada pula yang berdoa secara individual. Bahkan ada pula yang memperingatinya dengan kegiatan karnaval keliling kota. Tak sedikit pula yang melewati hari pertama dalam kelender yang ditatapkan Umar bin Khattab ini dengan santai-santai saja. Mungkin ada sebagian yang tidak mengetahui sama sekali bahwa hari ini adalah hari pertama di tahun 1431 1432 H.

 

Tak ada salahnya memulai tahun baru Islam dengan beraneka ragam kegiatan. Disamping Islam, sistem dalam menghitung periode waktu terdapat pula pada agama-agama lain seperti Kristen, Yahudi, dan Hindu. Namun yang sistem yang populer saat ini adalah kelender Gregorian yang merupakan modifikasi dari kelender Julian. Penanggalan dalam kelender ini berdasarkan tahun Masehi. Makna dari kata Masehi adalah Masihiyah atau Yesus dari Nazret. Permulaan dari tahun Masehi diawali semenjak kelahiran Nabi Isa Al Masih.

 

Sebagian besar dari kita tidak asing lagi dengan tahun Masehi. Peringatan hari pertama di tahun Masehi begitu semarak di setiap pelosok negeri. Kesemarakannya melampaui kesemarakan dalam memperingati tahun Hijriah. Untuk hal ini saya tidak terlalu heran, karena semenjak lahir kita telah didoktrin dengan tahun masehi. Dengan mudah kita mengingat tanggal kelahiran kita dengan tahun masehi. Jika ditelaah secara mendalam, mungkin kita tidak bisa menyebutkan tanggal lahir kita dengan tahun Hijriah.

 

Meskipun demikian, disini saya tidak membahas pertentangan diantara kedua sistem penghitungan periode waktu tersebut. Secara historis, polemik mengenai tahun masehi mencuat takkala terdapat perbedaan pandangan menganai tahun kelahiran Yesus. Kelender Julian yang diberlakukan oleh Julius Cesar berujung dengan ketidakakuratan sehingga memaksa Paus Gregorius XIII pada tahun 1582 untuk merevisi dan manghasilkan kelender Gregorian.

 

Dalam situasi yang lain, Umar bin Khattab begitu cermat melihat persoalan penghitungan periode waktu ini. Berkat pelopor Umar, umat muslim mempunyai sistem penghitungan waktu sendiri. Jika dalam agama Kristen permulaan tahun dimulai semenjak kelahiran Yesus, maka Islam mengawali tahun Hijriah semenjak pindahnya Nabi Muhammad dari Mekkah ke Madinah (Yastrib). Ketatapan untuk memulai tahun baru Islam itu berkat usulan Ali bin Abi Thalib yang diambil berdasarkan musyawarah.

 

Catatan sejarah diantara tahun Masehi dan Hijriah diatas dapat kita tarik benang merahnya. Dalam tahun Hijriah terkandung makna perpindahan dari hal yang bersifat buruk kepada hal yang bersifat baik. Ketika Nabi Muhammad berdakwah di kota Mekkah, ketidakberadaban penduduk Mekkah saat itu begitu merajalela. Setelah Nabi hijrah, lahirlah peradaban di kota Madinah yang kemudian berdampak terhadap dakwah Nabi Muhammad SAW.

 

Sementara dalam tahun Masehi, terkandung makna perpindahan dari yang “tidak akurat” menuju “keakuratan”. Ketidakakuratan kelender Julian semakin gamblang ketika tidak sesuainya perayaan Paskah dangan kesepakatan pada Konsili Nicea I. Untuk itu, Dr. Aloysius Lilius mengusulkan kelender Gregorian kepada Paus Gregorius XIII. Gayung pun bersambut, usul itu diterima oleh Paus untuk memperbaiki kekurangan dari kelender Julian.

 

Perubahan untuk menjadi lebih baik adalah benang merah yang dapat ditarik dari perhitungan periode waktu antara tahun Hijriah dan tahun Masehi. Oleh karena itu, hari pertama di tahun Hijriah ini merupakan momentum untuk berpindah dari alam kegelapan menuju alam cahaya. Semoga Tuhan memberikan kelapangan dalam hijrah ini. (2.06_8.12.10trt)

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s