Keutamaan Berbuat Baik

Masih adakah alasan untuk tidak berbuat baik? Rasanya tidak ada jikalau kita tahu betapa penting kebaikan itu.

Lantas yang menjadi persoalan adalah baik itu terkadang relatif. Baik menurut kita belum tentu baik menurut orang. Bagaimanapun selalu ada kebaikan universal. Sebuah kebaikan yang hanya bisa diukur dengan hati nurani.

Misalnya kita bermaksud baik, akan tetapi karena salah cara penyampaian mengakibatkan kebaikan itu salah tafsir sehingga dianggap buruk. Tak apa-apa, setidaknya kita telah berniat baik walau dalam perwujudannya tidak sesuai yang diinginkan.

Suatu amal kebaikan telah tercatat meskipun itu hanya sebatas niat dan belum terwujud dalam bentuk perbuatan. Berbeda halnya dengan berniat buruk, jika niat buruk itu belum terlaksana maka ia belum tercatat sebagai perbuatan dosa. Karena bisa jadi Tuhan menggagalkan niat buruk itu.

Nah itu membuktikan bahwa tidak ada alasan lagi untuk tidak berbuat baik. Perbuatan baik yang kita lakukan berkat anugrah dari Tuhan. Jika Tuhan berkehendak, bisa saja niat kita untuk berbuat baik tidak akan terlaksana. Akan tetapi dengan niat saja telah mendapatkan ganjaran pahala, bila ia dapat terwujud tentu pahalanya akan berlipat ganda.

Lain lagi dengan niat buruk. Sesungguhnya Tuhan memberi kita toleransi agar tidak mewujudkan niat buruk itu dalam bentuk perbuatan sehingga tidak diberi dengan ganjaran dosa. Ada kesempatan untuk bertaubat. Akan tetapi kala akal tidak dapat lagi berpikir jernih dan hati nurani tak lagi berfungsi maka sudah sepantasnya perbuatan buruk yang dilakukan manusia bersumber dari diri manusia itu sendiri.

Jikalau kita memahami bagaimana Tuhan menggambarkan para penghuni surga dan para penghuni neraka dalam Al Quran. Tentu kita akan sadar bahwasanya segala kebaikan itu bersumber dari Tuhan dan kejahatan itu berasal dari diri manusia sendiri.

Ketika Tuhan menggambarkan ganjaran bagi penghuni surga dalam Al Quran, tak disebutkan rincian perbuatan baik apa yang telah dilakukan oleh ahli surga sehingga mereka memperoleh nikmat Tuhan di surga. Kenapa, karena segala kebaikan itu adalah anugrah dari Tuhan.

Namun, ketika Tuhan menggambarkan penghuni neraka. Tuhan merinci perbuatan buruk apa yang telah dilakukan manusia sehingga mendapatkan azab neraka. Siksa yang diterima oleh ahli neraka itu disebabkan oleh perbuatan buruk yang telah dilakukan oleh manusia semasa di dunia. Perbuatan manusia itu dirinci sembari disertai dengan ancaman siksa. Jika manusia berbuat A maka akan mendaptkan ganjaran siksa sesuai dengan perbuatan buruknya.

Kenapa demikian? Karena perbuatan buruk itu disebabkan oleh diri manusia sendiri. Berbeda dengan perbuatan baik yang bersumber dari Allah.

Semoga diri kita selalu dianugrahi nikmat untuk selalu berbuat baik dan terhindar untuk berbuat buruk kepada orang lain.

About these ads

3 thoughts on “Keutamaan Berbuat Baik

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s