Pusako Bujang

Masyarakat minang mengenal dua macam pusako (harta warisan), yakni pusako randah (rendah) dan pusako tinggi. Pusako rendah merupakan harta yang diperoleh oleh keluarga inti, dan pembagiannya berdasarkan hukum islam. Sementara pusko tinggi merupakan harta warisan yang diperoleh dari nenek moyang yang pembagiannya berdasarkan aturan suku.

Kemaren, saya mendengar istilah baru yang terdengar asing di telinga yakni pusako bujang. Istilah tersebut terlontar dari mulut seorang teman yang keseharian bekerja sebagai tukang ojek.Sebut saja namanya Mul. Memang sudah lama kami tidak bertemu. Pertemuan kemaren itu terjadi di pangkalan ojek. Saat itu ia sedang menanti pelanggan yang tengah ramai berjalan-jalan menghabiskan waktu di pesta pantai gandoriah, Pariaman.

Banyaknya yang berprofesi sebagai tukang ojek membuat persaingan usaha jasa ini semakin ketat. Si Mul berencana kembali merantau dan berjualan sate di Jakarta. Namun, sayang kredit motornya tersisa delapan bulan lagi. Ia pun sayang menjual atau melakukan overkredit atas motor tersebut.

Lalu saya bertanya, kenapa tidak mau menjual motor tersebut atau setidaknya over kredit ke orang lain. Mendengar pertanyaan tersebut ia menjawab “Iko pusako bujang, sayang kalau dijua” (Ini pusaka bujang, sayang kalau di jual).

Ada-ada aja teman satu ini. Ada istilah pusako bujang segala. Emang pusako bujang itu mau diwariskan ke siapa, jika kelak telah tiada.

Kadang ada betulnya perkatan tersebut. Sedari muda harus rajin-rajin menabung. Setidaknya buat modal, minimal modal nikah atau modal apa kek. Perencana keuangan itu penting, tapi jauh lebih penting juga memiliki pusko bujang. Mumpung berstatus bujang. Jika sudah menginjak pernikahan, maka bukan lagi namanya pusako bujang tapi pusako rendah. Bersebab karena sudah membangun keluarga yang dikenal dengan keluarga inti.

Seperti apa rupa pusako bujang tersebut? Hanya orang yang berstatus bujanganlah yang tau. Bagi bujang yang belum punya pusako bujang, sudah saatnya memiliki dari sekarang mumpung berstatus bujang. Mungkin bagi mereka yang telah menikah masih mempunyai pusako bujang yang berupa benda atau apapun namanya yang dibeli saat masih bujangan dulu dan bertahan hingga sekarang?

About these ads

22 thoughts on “Pusako Bujang

  1. whuuuuaaaa….soft pink…suka suka suka…uda ajo, kalau menurut fny…pusako bujang tu benda atau harta yang kita punya sewaktu kita masih bujangan dan dari hasil keringat sendiri…bg Mul betul uda, kalau pusako bujang (seperti motor) sayang banget ngejualnya…:-D

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s