Jangan salahkan Rhoma Irama

English: A picture of Rhoma Irama

English: A picture of Rhoma Irama (Photo credit: Wikipedia)

Kota Jakarta tengah menghelat pesta demokrasi. Pemilihan gubernur DKI Jakarta memasuki putaran kedua. Pertarungan terjadi antara FOKE-NARA dengan JOKOWI-AHOK yang memperebutkan kursi nomor satu di Ibukota negara Republik Indonesia ini. Dalam perebutan kursi kekuasaan itu menggelinding isu SARA yang entah siapa melemparnya ke publik.

Tak pelak para ulama atau ustadz yang seyogyanya menyampaikan dakwah kepada umat terjebak dalam skenario politik tersebut. Seorang ustadz secara gamblang memihak kepada salah satu calon karena calon yang lain berbeda keyakinan.

Kabar terakhir adalah pernyataan si raja dangdut Rhoma Irama yang juga merupakan seorang ustadz. Pernyataan Rhoma Irama di mesjid yang mengajak umat islam untuk tidak memilih pemimpin yang bukan berasal dari Islam. Pernyataan tersebut terkesan memihak kepada salah satu calon sehingga Rhoma dituduh melakukan kampanye berbau SARA di tempat beribadah.

Perdebatan pemimpin non muslim di negara muslim sudah berlangsung sejak lama. Kalangan ulama sendiri berbeda pendapat dalam perihal ini. Sebagian melarang umat muslim memilih pemimpin dari kalangan non muslim. Sementara sebagian ulama berpendapat bahwa boleh memilih pemimpin dari kalangan non muslim selama pemimpin tersebut adil danĀ  tidak memerangi Islam. Nah, Rhoma Irama termasuk orang yang berpendapat pada kelompok ulama yang pertama.

Salah satu ayat Al Quran yang berkaitan dengan memilih pemimpin non muslim ini terdapat pada surat Al Maidah : 51 yang berbunyi Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu mengambil orang-orang Yahudi dan Nasrani menjadi pemimpin-pemimpin (mu);…..

Yang Menarik disini adalah tafsiran Qurasih Sihab dalam tafsir Al Misbah terkait ayat diatas. Quraish Sihab menafsirkan bahwa penggunaan kata pemimpin dalam terjemahaan ayat tersebut tidak mutlak, sebab kata yang tepat adalah wali yang berarti orang dekat. Pemimpin itu dinamakan pula dengan wali karena keharusan seorang pemimpin dekat dengan rakyatnya. Misal, seorang anak harus dinikahi oleh orang terdekat, yakni ayahyang merupakan walinya.

Sementara orang non muslim itu sendiri terbagi menjadi beberapa macam. Ada non muslim yang yang tidak memeringi Islam dan ada pula non muslim yang nyata-nyata maupun diam-diam memerangi Islam. Untuk mereka yang memerangi Islam ini jangan dijadikan sebagai wali. Sedangkan non muslim yang tidak memerangi Islam tidak masalah untuk dipilih sebagai pemimpin. Contoh kasusnya adalah para muslim yang memilih pemimpin non muslim di negara yang bukan mayoritas muslim seperti di Amerika dan negara lainnya.

Sejauh ingatan saya, Ibnu Taimiyah berpendapat bahwa lebih baik memilih pemimpin non muslim yang adil dari pada memilih pemimpin muslim yang zalim.

Pernyataan Rhoma Irama melarang memilih pemimpin non muslim sah-sah saja. Sayangnya Rhoma Irama menyebutkan nama para kandidat. Ia malah menyudutkan salah satu calon gubernur dan mendukung calon gubernur lainnya. Hal ini membuat ceramah agama Rhoma Irama tersebut bukan lagi murni untuk berdakwah. Tapi sudah bercampur dengan kepentingan politik Rhoma Irama sendiri.

Idealnya Rhoma Irama menyampaikan pendapat kedua kelompokĀ  ulama tentang memilih pemimpin non muslim tersebut tanpa memihak kepada salah satu calon. Kini penyanyi dangdut tersebut berurai air mata di kantor pengawas pemilu.

Jangan salahkan Rhoma Irama, sebab ia hanya mengikuti preferensi politik yang ada dalam dirinya dan telah terjebak pada skenario tim sukses calon gubernur yang melempar isu SARA tersebut ke publik.

About these ads

18 thoughts on “Jangan salahkan Rhoma Irama

  1. ow,,, ternyata itu toh yang diomongkan sama Rhoma, kalau itu seh udah sering aku denger.. dan aku sendiri berpendapat sama seh dengan rhoma soal pemimpi itu.. hmm..

  2. Sebenarnya kasian juga si bang haji, mas.
    Tapi tau sendiri kan, negara kita memang suka seperti itu.

    karena bang haji salah satu orang terkenal jadi semua ucapan disorot. :)
    Coba kalau aku yang ngomong, pasti tak ada yangkomen. hihihihihi

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s