Ceramah ramadhan ala stand up comedy

Baru kali ini saya nemu ustadz berceramah di mesjid dengan gaya stand up comedy. Jama’ah dibuat nyengir sepanjang tausiyah. Joke-joke segar terlontar disela pesan-pesan moral.  Tidak ada ibu-ibu maupun bapak-bapak yang ngantuk mendengarkannya. Selain itu, sang ustadz juga pintar menyiasati waktu.

Meskipun banyak cerita yang mengundang tawa, pesan moral yang disampaikan tidak pudar.

Hidup untuk beribadah adalah judul ceramah saat itu. Sebelum kematian menjemput, sebelum masa sakit datang maka jangan pernah menyia-nyiakan ibadah. Untuk ibu-ibu yang suka bergunjing semoga di bulan ramadhan ini menjadi momentum untuk menahan mulut agar tidak bergunjing dikemudian hari. Sementara untuk bapak-bapak yang lalai salat agar segera menyegerakan ibadah bila azan berkumandang.

Pesan-pesan tersebut disampaikan secara apik dengan kombinasi bahasa Indonesia dan bahasa daerah (bahasa minang). Penyampaian materi tidak mononton sehingga jama’ah dengan cermat mendengarkan. Ketika jama’ah sedang menyimak dengan seksama, tiba-tiba muncul celetuk yang membuncahkan tawa seisi mesjid.

Ustadz kelahiran Bukittingi yang tinggal di Bisati, Kab Padang Pariaman ini juga menyentil warga yang suka memakai handphone saat berkendaraan. Tindakan tersebut dapat berujung kepada kematian. Ini menandakan bahwa kematian begitu dekat dengan kita semua. Jangan sekali-kali minta cepat mati, sebab kematian hanya Allah yang mengetahui.

Di akhir tausiyah, ustadz tersebut masih sempat-sempatnya melontaran canda dengan sedikit aroma cimeeh kepada pengurus mesjid.

About these ads

30 thoughts on “Ceramah ramadhan ala stand up comedy

  1. wahahaha..pasti lebih menarik jadinyo kalau ceramah disampaikan jo caro nan segar mode itu yo da..

    ndak mangantuak tasanda ka dindiang jadinyo pas mandanga ceramah tu do..hahahhaa..

  2. smoga apa2 yg disampaikan oleh Ustadz/Tuangku dapat menjadi cemeti dlam diri kita ataupun jamaah….sami’na wa atho’na ..
    sekarang ini banyak sekali ustadz2 yg menyampaikan ceramah yg hanya kulitnya saja sedangkan isinya ntah kemana…dalam hadist RASUL dikatakan yg maksud hadistnya begini: ustadz/buya/tuangku/ ibaratkan sebuah lilin yg menerangi lingkungan sekitarnya,lingkungannya terang tp dia sendiri hbs terbakar….

  3. Di Jogja juga ada Ustadz yang gayanya seperti itu. Namanya Ustadz Wijayanto. Dia menguasai materi karena dosen.
    Wawasannya luas tapi disampaikan dengan gaya stand up comedy.
    Malah sering ceramah di luar negeri juga
    Tapi tidak seperti ustadz lain yg lebih mirip selebriti (dan saya malah muak)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s