Nikmatnya Pijat Plus-Plus

Berbekal pengetahuan seorang teman, akhirnya aku beranikan diri untuk pergi ke tempat esek-esek itu. Sesampai disana, aku disambut oleh seorang perempuan yang sedikit garang tapi cantik.  Sepertinya di masa mudanya ia adalah bunga desa yang jadi rebutan ribuan lelaki.

Kemudian perempuan yang lewat dari paruh baya itu memperkenalkan kami dengan perempuan jawa yang berkuasa di kamar esek-esek tersebut. Perempuan jawa itu melempar senyum kepada kami, lalu ia masuk kembali ke kamar. Sebelum menikmati aroma dingin kamar tersebut, kami disuruh menunggu diluar. Sebab sang penguasa kamar sedang melayani laki-laki lain.

Dalam benakku terbesit pikiran bahwa aku laki-laki keberapa yang diesek perempuan tersebut. Imajinasiku langsung melayang tak terkendali dan nafsu mulai tak terbendung. Aku tenangkan diri dengan mengobrol hal remeh temeh bersama teman yang mengantar saya tadi. Di tengah obrolan keluar seorang laki-laki berkumis lebat yang tampak puas sekali. Laki-laki itu mengeluarkan uang kertas dari kantong celananya dan menempelkan ke tangan perempuan jawa tersebut.

Jantungku mulai berdegup kencang. Perempuan jawa itu menarik ku ke kamar remang-remang yang telah memuaskan laki-laki berkumis tadi. Ia menyuruhku membuka baju dan celana. Lalu aku tolak dengan halus, cukup buka baju saja, kataku. Aku hanya pengen short service saja. Gak usah lama-lama, takutnya aku tak kuat.

Tanpa banyak bicara tangannya yang mulus itu langsung menyergap punggungku. Ia mengelus-elus dengan lembut sehingga membuat aku merintih.  Sesekali ia mengatur posisi ku biar enak, aku ikuti perintahnya. Dalam hati aku berkata ” sungguh luar biasa wanita ini, ia benar-benar berpengalaman”.

Ketika tangannya sampai di pinggangku. Ia bertanya kepadaku. Kamu jarang pakai singlet ya?

Kok tau? jawabku

Kulitmu kasar sekali!!! katanya dengan suara yang terdengar menyindir.

Pertanyaan itu membuat imajinasiku jadi buyar. Nafsu tak lagi melayang di ubun-ubunku. Hanya rasa sakit yang aku rasakan saat itu. Apalagi kalau bukan sakit hati dan sakit di sekujur tubuhku.. :(

Kubiarkan saja imjinasiku pergi menjauh dan mempasrahkan tubuhku yang tak berdaya ini di tangan perempuan jawa beranak dua tersebut.

Awalnya aku mengira perempuan itu memberikan jawaban yang romantis yang langsung menusuk hatiku. Nyatanya ia meledeku dan aku juga pikir apakah ada hubungan antara kulit halus dengan singlet/kaus dalam. Beberapa waktu kemudian, ia melepaskan tangganya dari badanku sambil mengemas minyak urut yang ada disisinya.

Sudah ya dek..

Jika terasa sakit lagi, kamu bisa datang tiga hari lagi!! kata perempuan jawa itu.

Sejurus kemudian, aku memasang kembali bajuku yang ku gantung di dekat pintu masuk kamar remang-remang itu. Aku merogoh kocek, sambil berpikir barapa harus ku bayar upah urut ini.

About these ads

34 thoughts on “Nikmatnya Pijat Plus-Plus

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s