Panggil Saya Ajo

Gak tau, entah sejak kapan saya dipanggil ajo. Sepanjang ingatan, kata itu muncul pertama kali ketika seorang teman memanggil saya ajo sewaktu sekolah menengah. Awalnya saya tidak terima dipanggil ajo. Sebab ajo biasanya adalah panggilan bagi pedagang sate padang di kampung. Si teman tidak kapok-kapok memanggil saya ajo, sehingga mau tak mau saya harus menerimanya.

Beberapa tahun kemudian, saya pun tidak pernah bertemu dengan teman tadi. Sehingga panggilan ajo kepada diri saya tidak terdengar lagi.

Barulah, semasa kuliah di perantauan. Panggilan ajo tersebut melekat kembali pada diri saya. Awalnya juga celetuk dari seorang teman yang tahu bahwa saya berasal dari pariaman. Begitu tahu, ia langsung memanggil terus menerus dengan panggilan ajo.

Setelah ditelisik lebih cermat. Ternyata ajo adalah panggilan terhormat bagi laki-laki di Pariaman. Jika orang padang dipanggil dengan sebutan uda, maka orang pariaman seperti saya ini dipanggil dengan ajo. Namun, ada pula yang memanggil saya uda ajo. Sehingga terdengar sedikit aneh, sebab terdapat dua nama panggilan dalam satu penyebutan. Jadi cukup panggil saya ajo.

Ajo sendiri berasal dari kata raja (rajo). Karena orang pariaman agak susah menyebut huruf “r” maka jadilah ajo, bukan rajo. Menjadi sebuah kehormatan tersendiri bagi saya dipanggil dengan sebutan r(ajo), walau bukan raja yang sesungguhnya. Pastinya, saya merasa bangga dipanggil ajo, layaknya orang jawa dipanggil dengan sebutan mas.

About these ads

179 thoughts on “Panggil Saya Ajo

  1. Salam kenal Mas Ajo. Senang bisa berkunjung ke sini. Bagus sekali isi blognya, semoga bisa terus berbagi, maklum saya masih baru bgt di dunia blogger, ternyata tulisan para blogger itu banyak sekali manfaatnya.
    Sekalian saya minta ijin tukeran link ya. Ditunggu kunjungan baliknya…

  2. Salam kenal Ajo Ramli, meskipun rasanya ini bukan kali pertama kita berkenalan, mengingat kita sering pula berkomentar di blog-blog yang sama :P

  3. Salam kenal bung Ajo. Saya Fhay dari Sulteng.
    tulisan-tulisannya menarik.
    selamat berkarya yah.,.
    jangan lupa bung ajo, di tunggu di blog ku yah.,. hehehe
    Salam.

  4. Salam kena Ajo Ramli, salam kenal dari sesama urang piaman, ambo dari parit malintang suku sikumbang, “Ramliyansangat berbau piaman hehehe… Ajo ramli masih “Ajo” apa sudah jadi “Bagindo Ramli” niy… soanya klo dah merit biasanya jadi “Gindo”…

    Btw, gak semua lelaki pariaman dipanggil “Ajo” sama seperti tidak semua orang jawa dipanggil “Raden” :)

    1. salam kenal balik uda Ferry.. betul uda, tidak semua laki-laki piaman senang dipanggil ajo. hingga kini ambo masih ajo, da, kalau lah merit lah bartukar menjadi ajo sidi, bukan ajo bagindo… heheheh

  5. wah keren dong kalo ajo berasal dari kata rajo alias raja
    aku dipanggil rawin sebenarnya keren juga ada kata rajanya
    sayang buntutnya ga enak, masa dibilang raja kawin…

  6. “Ajo Ramli” sangat senang awak mendengar panggilan tersebut. Karena, awak rang piaman pulo. Kalau boleh kita Kopdar pas lebaran di Piaman ba a nyo Ajo?

  7. Inilah Ane yang mau ikut berpartisipasi nongkrong, ngunjungin setia dan berkomentar.. Hehehehe.. :P

  8. Kalau blognya boleh tidak dipanggil Garam Ajo? Hehehe.

    Mas Ajo gitu boleh tidak? Sy terbiasa manggil dengan Mas di depan e. Harus dibiasakan nih. Ajo apa kaba? (ga usah pakai r kan)

  9. wah, ternyata dibalik sebuah penghinaan, terselip makna cantik di sebuah panggilan “ajo”
    hehehe
    kalo dulu, saya dipanggil azam sama temen2 SMA sy, gara2 saya mulai dikerudung, dan lagi jaman-jamannya film KCB.
    cape deeehhh, maa malah dipanggil azam, itu kan nama cowo
    -,-

  10. Memanggil atau menyebut nama dengan yang disukai ybs. Berarti saya juga panggil Ajo saja. Mulanya saya mengira singkatan dari sajo, ternyata berbeda. Makasi infonya.. :-)

  11. setiap daerah pasti punya budaya masing – masing
    tapi disini panggilan itu cukup mas dan saya mengartikannya mahal banget karena 1 gram emas lho berapa, hehehe

    1. Kalau hitungan sebenarnya, lebih mahal Ajo Pariaman dari pada Mas Jawa. Informasi yang beredar, kabarnya ajo pariaman ini ada yang seharga kijang Innova

      Iya kan Ajo Ramli?! He he.

    2. Supaya putriefinda tidak bingung, nih saya jelaskan sedikit. Kalau daerah lain, pemberian itu adalah dari pihak mempelai laki-laki kepada mempelai perempuan. Sedangkan di Pariaman, mempelai perempuanlah yang memberikan. Dalam bahasa minangnya disebut “Babali” kalau diterjemahkan ke bahasa Indonesia “dibeli”. Nah, belinya itu ada yang sampai satu kijang innova. Memang aneh, tapi begitulah adatnya. Kesimpulannya, Ajo itu lebih mahal dari Mas. He he he.

      1. wah……

        Untung disini cuma ada seserahan mas kawin ajj bang
        wadoooo….kalau sampai dapet orang Pariaman
        bagaimana ini?
        hehehehe

        apakah adat seperti itu bisa dihindari? misal sie perempuan anak org yang kurang ada….

      2. dalam kenyataannya, adat tersebut tidak baku putri.. ada laki-laki pariaman yang tidak “dibeli” jika pihak perempuan kurang berada secara materi, maka tidak berlaku adat seperti itu….

        Bagiamana putriefinda? masih berminat dapat orang pariaman? hehehehehehehehe

      3. ahahahahaha

        kalau jodoh finda teh ada disana gak masalah, insyaallah Tuhan akan memberikan yang terbaik buat finda :P

        makasih penjelasannya sangat membantu dalam mengenal budaya negeri lain :)

        nice nice

      4. Eh ya, salah. Maaf, istilahnya aslinya bukan “babali” tapi “bajapuik” (dijemput) dengan uang jemputannya. Namun dalam penggunaan bahasa sehari-hari istilahnya sering diplesetkan menjadi dibeli.

  12. betul gan kadang saya juga sebagai ortu sering kali tidak bisa terima kalau anak saya di panggil dengan nama yang bukan pemberiaan saya.. lebih baik di panggil dengan nama panggilan yang di setiap daerah pasti ada..contoh seperti yang gan Ajo posting di atas…

  13. Ketika masih tinggal di Padang, panggilan “Ajo” sama kerennya dengan panggilan “Uda”. Tapi “Ajo” lebih identik dengan Sate Piaman.. :)

    1. Maksudnya sih simpel gan…
      Kalo orang jawa khan dipanggil “mas”…
      Kalo orang sunda dipanggil “akang”
      Kalo orang padang dipanggil “uda”…
      walau saya tinggal di padang, tapi saya lebih senang dipanggil “ajo”

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s