Hari Buku Sedunia

Pada tahun 1995, Konferensi Umum UNESCO di Paris memutuskan tanggal 23 April sebagai World Book Day. Penetapan tersebut berangkat dari beberapa tradisi yang merupakan apresiasi masyarakat barat terhadap para penulis besar yang telah berlangsung sejak abad pertengahan.

Bagaimanapun latar belakangnya, hari buku dapat dijadikan sebagai momentum untuk menyadarkan diri betapa pentingnya membaca buku. Membaca buku bisa kapan pun dan oleh siapa pun.

Di hari buku yang jatuh pada 23 April 2014 ini aku pribadi merasa tertampar. Mimpi untuk menamatkan membaca dan memahami sekumpulan buku tafsir dalam satu tahun ini nyaris tidak akan pernah terealisasi. Sebab belakangan ini intensitas membaca buku tersebut sangat kurang sekali.

Meskipun demikian, aku masih memiliki keyakinan untuk bangkit dan terus berupaya membaca dan memahaminya hingga tamat. Masih ada secercah harapan yang membuatku pantang untuk memadamkan tekad membaca.

Tidak ada teman yang abadi selain buku. Teman bisa datang dan pergi kapanpun, tapi buku tidak akan begitu. Sebaik-baik teman adalah buku.

Hari buku sedunia merupakan momentum yang tepat dijadikan sebagai titik balik untuk giat membaca dan menjadikan buku sebagai aset berharga. Ketika membaca telah jadi kebutuhan hidup, maka disitulah disadari bahwa otak manusia sangat membutuhkan asupan ilmu lewat bacaan.

Selamat hari buku, sobat!

Sekotak Susu Bayi

Andi tampak bingung setiba di kantor, uang pelanggan yang tadinya mau disetor ke kasir perusahaan telah menjalma menjadi sekotak susu bayi. Tak ada yang bisa ia lakukan selain bersekongkol dengan Jeri si panjaga gudang.  Sementara di rumah, Susi tak sabar menunggu kedatangan Andi.

Sudah lima tahun Susi hidup seranjang dengan Andi, namun mereka belum jua diberikan momongan. Beruntunglah mereka, di suatu malam tergeletak seorang bayi perempuan di depan pintu rumah mereka. Andi tak pernah tahu bayi siapakah itu, tapi ia bersumpah akan menjaga bayi tersebut.

Ulah Andi ketahuan, belum habis sekotak susu bayi laknat itu. Bos sudah tahu ada yang janggal dalam laporan keuangan. Uang yang diselewengkan telah mengakhiri karir Andi untuk selamanya. Kini ia duduk termenung di dalam penjara.

Bukannya Ngeluh

Aku tidak ingin mengeluh, karena hal itu menunjukan bahwa aku tidak bersyukur. Tapi apalah daya dimana bumi ini penuh dengan orang yang amat sedikit rasa syukurnya. Betapa rugi diri ku ini yang terjebak diantara orang-orang itu.

Kemana semangat yang dulu selalu mendorong diriku. Dimana tekad yang menjadi fondasi dalam diriku. Apakah ini pertanda aku telah kehilangan tujuan. Terbawa arus kehidupan yang kian deras. Apa salahku sehingga kebahagian manjauh dari hati ku.

Haruskah aku berhijrah dari tempatku berdiri menuju suatu tempat yang tak pernah ku ketahui. Bumi yang luas terhampar untuk disinggahi, walau sekedar memetik harapan kosong. Bagaimanapun aku harus memilih, sebab apa yang terjadi pada masa depan ku adalah pilihan yang telah aku ambil hari ini.

Terkadang dalam jiwa ini muncul kegundahan yang tak dapat dilukiskan. Seketika berubah menjadi ketakutan yang menghalangi ku untuk melangkah. Membuatku ragu untuk mengambil keputusan.

Sampai kapan semua ini akan berakhir. Sepertinya tidak akan pernah berakhir, tersebab hati ini begitu mudah terbolak balik. Aku mesti sadar bahwa semua lika liku kehidupan itu harus aku lewati, tak dapat aku elakan.

Salah Naik Motor

Sangat memalukan sekali jika di parkiran kita salah naik motor. Apalagi kalau ada orang yang melihat, makin malu lagi tuh.

Hal itulah semalam yang saya jumpai. Ada orang yang salah naik motor, kebetulan saya melihatnya. Orang itu pun tampak malu dengan kesalahannya.

Kejadian serupa pernah saya alami. Ketika mau jalan, langsung sadar bahwa motor yang di naik ternyata motor orang lain. Motor milik saya terletak disebelah. Untung waktu itu tidak ada yang lihat.

Ada lagi yang paling parah, kala itu kami tengah singgah di Pom bensin. Disana berjejer beberapa mobil. Nah, setelah dari toilet ternyata teman saya salah naik mobil. Tahunya pas naik mobil tidak ada penumpang yang dikenal. Orang yang dalam mobil pun heran. Teman saya itu tersipu malu.

Suatu hari saya pernah baca berita dari negeri sana. Seseorang ditangkap polisi karena salah naik mobil. Ia tidak sadar mobil yang di bawa adalah mobil orang lain. Sementara mobil miliknya masih berada di parkiran.

Salah naik motor/mobil bisa dialami oleh siapapun, terutama bagi orang yang pelupa. Pernahkah sahabat blogger mengalami hal serupa?