Tak Ada Yang Setia

Kalau kamu mau mencari pasangan yang setia, maka kamu tidak akan pernah menemukannya. Sebab semua manusia mempunyai potensi untuk selingkuh. Kala perselingkuhan terbesit dalam hati, kamu akan dihadapi pada dua pilihan. Mengikuti perselingkuhan itu atau hati mu tidak pernah berpaling dari pasangan mu, sebab dia adalah manusia terbaik yang dititipkan Tuhan kepada mu. Jadi kamu hanya perlu mencari pasangan yang ada Tuhan di dalam hatinya.

Hal ini sesungguhnya sudah dijelaskan Allah dalam Alquran. Allah telah ciptakan nafsu kepada setiap manusia. Kamu tak akan pernah memusnahkah nafsu yang ada dalam diri. Kamu cukup menggunakan nafsu itu sesuai hukum alam, dimana setiap nafsu itu selalu di beri dua pilihan. Yakni diperindah oleh setan atau diperindah oleh Allah. Sederhana nya nafsu yang diperindah oleh setan itu seperti perbuatan zina, sementara nafsu yang diperindah oleh Allah itu seperti pernikahan. Kamu tinggal pilih, antara mengikuti setan atau mengikuti Tuhan.

Selama ini saya berpikir bahwa setia itu adalah tidak berpaling dari pasangan. Namun defenisi itu manafikan sebuah potensi dalam diri, yakni potensi untuk berbuat buruk. Setiap orang mempunyai potensi untuk berpaling, tapi ada sebuah kekuatan yang membuat orang tetap bertahan pada pasangannya. Mungkin kekuatan itu adalah energi cinta yang tak pernah kita sadari.

Ayo Goyang Dumang

Entah kenapa belakangan ini suka kali dengarin lagu “Ayo Goyang Dumang” yang dinyanyikan oleh cita citata. Faktanya tiap dengar musik, lagu satu ini selalu jadi lagu pertama diputar. Bahkan sering kali diulang-ulang mutarnya. Mungkinkah lagi galau kali ya sehingga suka dengarin lagu ini.

“Ayo goyang dumang… biar hati senang.. pikiran pun tenang… galau jadi hilang… ayo goyang dumang… biar hati senang… semua masalah jadi hilang” Itulah sedikit lirik lagu goyang dumang.

Benarkah goyang dumang bisa bikin galau dan masalah jadi hilang? Kalau bisa, gimana jika goyang dumang aja setiap masalah datang. Jadi gak perlu stress lagi deh, setiap masalah menerpa. Apalagi pas lagi galau, hajar aja dengan goyang dumang.

Ahh, saya terlalu menganggap serius lirik lagu ini. Mana mungkin semua masalah bisa diatasi dengan goyang dumang. Mungkin untuk masalah tertentu bisa diatasi dengan goyang dumang, tapi tidak dengan semua masalah.

Bagaimana dengan narablog sekalian, apa yang narablog lakukan jika masalah datang menimpa. Seberapa kuat narablog menghadapi suatu masalah dan apa pegangan dari para narablog sekalian untuk mengatasi setiap masalah?

Kalo saya lebih mikir jika kata “goyang dumang” diganti dengan kata “baca Al Quran”. Jadi “ayo baca Al Quran”. Dengan membaca Al Quran setiap masalah akan hilang, apapun masalahnya. Sayang godaan setan amat kuat bagi orang-orang yang berkeinginan membaca Al Quran untuk mengatasi masalah yang sedang dihadapi.

Membaca Al Quran tak semudah melantunkan lirik goyang dumang, sebab setan terus berupaya untuk menggagalkan upaya setiap orang yang ingin dekat dengan Al Quran. Hanya satu orang yang tak bisa diganggu oleh setan, yaitu orang yang beriman.

Belum Beruntung

Mungkin tak pernah terpikir bahwa diluar sana banyak orang yang tak seberuntung kita. Sebab bisa jadi kita sering hanya melihat orang-orang beruntung yang mempunyai hal lebih dari apa yang kita miliki. Ini bukan soal rumput tetangga lebih hijau dari pada rumput sendiri. Tapi ini adalah persoalan dimana setiap orang harus belajar menghargai apa yang dimiliki dengan mensyukurinya, walaupun tidak menyukai itu.

Sejujurnya, tadi siang saya cukup terhenyak menyaksikan siaran televisi yang menayangkan seseorang yang memiliki keterbatasan fisik, masyarakat menyebut mereka dengan orang kerdil. Orang kerdil tersebut tinggal di sebuah desa terpencil di Afrika, bahkan ia merasa dirinya adalah satu-satunya orang kerdil di dunia ini. Pikiran itu disebabkan kerana ia tak pernah bersentuhan dengan dunia luar sehingga ia merasa kehilangan kepecayaan diri. Namun, setelah dibawa ke kota  dan dipertemukan dengan beberapa orang kerdil, ia menemukan jati dirinya.

Hidup sebagai orang kerdil bukanlah pilihannya. Jika diberi pilihan, mungkin ia akan memilih terlahir seperti orang normal. Begitulah takdir, terkadang tak bisa dipilih. Namun pilihan yang diberikan Tuhan harus dijalani dengan penuh syukur.

Bagaimana dengan kita yang telah diberikan pilihan oleh Tuhan dengan keberuntungan. sebagian orang mungkin sudah terbiasa naik pesawat terbang, rasanya seperti naik mobil saja. Jika mau sedikit saja membuka pikiran, hal yang biasa dilakukan merupakan sesuatu yang sangat luar biasa bagi orang-orang di luar sana. Jangankan naik pesawat, melihat mobil saja mereka tidak pernah.

Orang-orang seperti ini begitu banyak. Namun dengan konteks yang berbeda, bisa jadi mereka tidak memiliki facebook, twitter, path dan instagram. Padahal mereka begitu dekat dengan kita. Lantas menyebut mereka ketinggalan zaman. Betapa perlu sikap menghargai dan tidak memandang orang lain lebih rendah dari kita.

Apa bedanya orang kerdil, orang yang tak pernah naik pesawat dan orang yang gagap teknologi. Hanya konteksnya yang berbeda tapi subtansi semuanya sama. Mereka belum beruntung. Ada banyak lagi konteks yang tak pernah terduga sebelumnya. Tapi semua adalah ketidakberuntungan yang belum menghinggapi diri mereka.

Keberadaan orang-orang seperti itu merupakan pelajaran berharga untuk lebih bersyukur lagi atas apapun yang dianugerahkan Tuhan pada kita.

image
Suatu Malam di Atas Kapal Jelatik

Tahun Lalu dan Tahun Ini

Setiap orang ingin menjadi lebih baik, namun sayang kata “baik” seringkali dijadikan kamuflase untuk menutupi sisi buruk dalam diri seseorang. Bagaimana mungkin kita bisa menilai seseorang itu baik dengan menafikan keburukan yang ada pada dirinya. Lebih celaka lagi jika kita menganggap diri kita baik tapi melupakan keburukan yang ada pada diri.

Tuhan menyandingkan segala sesuatu sesuai dengan pasanganya. Jika ada surga maka ada neraka. Ada adam ada hawa, ada hujan ada panas, ada siang dan ada malam. Begitupun kebaikan akan selalu bergandengan dengan kejahatan. Bisa jadi dalam otak kita tercipta dua sisi tersebut yang membuat kita bisa menentukan sebuah pilihan. Apakah memilih cahaya yang terang atau kegelapan.

Kenapa sunset itu begitu indah? Karena di waktu itulah terjadi kombinasi antara siang dan malam. Perpaduan yang menghasilkan warna yang menakjubkan. Kita tak pernah tahu mana yang lebih dominan, apakah cahaya siang atau kegelapan malam. Keseimbangan alam itu membuat kita dapat belajar bahwa hidup ini sangat luar biasa.

Untuk apa bersedih pada hal remeh yang menimbulkan masalah dalam diri. Kita hanya perlu memandang secara bijak setiap persoalan. Bisa jadi selama ini kita terbiasa melihat sesuatu dari satu sisi, entah itu sisi baik atau sisi buruk. Padahal apapun yang terjadi, Tuhan selalu memberikan yang terbaik buat kita.

Meskipun tahun telah berganti, segala sesuatu yang telah terjadi di tahun lalu dan apapun yang akan terjadi di tahun ini adalah jalan hidup terbaik yang dianugerahkan Tuhan. Semoga kita tidak melencengkan jalan tersebut. Makanya setiap berdiri menghadap Nya kita terus bermohon untuk ditunjukan jalan yang lurus. Permohonan itu membuktikan bahwa terdapat potensi dalam diri untuk keluar dari jalur, itulah potensi buruk yang terus kita lawan dalam diri kita sendiri.

image
Jembatan Siak di Malam Hari