Jelatik

Awalnya saya berpikir satu-satunya alat transportasi dari pekanbaru ke selat panjang hanyalah kapal jelatik. Ternyata dugaan itu salah, sebab selain jelatik yang merupakan kapal kayu itu masih ada beberapa speadboat yakni kapal cepat. Sejak itu saya sadar bahwa banyak pilihan alat transportasi menuju selat panjang, kabupaten kepulauan meranti.

Untuk mengobati rasa penasaran, saya berniat untuk mencoba naik semua alat transportasi tersebut. Pertama berkunjung ke kota itu, saya naik speadboat. Sebelumnya sih rencana naik kapal jelatik. Namun rencana itu gagal karena saya diburu waktu, sementara perjalanan naik jelatik sangatlah lama. Sedangkan jadwal keberangkatan kapal cuma sekali seminggu, itupun hanya hari jumat.

Niat itu saya simpan saja dalam hati. Sehingga ketika tiba masanya, apa yang diniatkan itu dapat terwujud. Tak lama memang menyimpannya, keinginan untuk naik kapal jelatik itu terwujud jua.

Kebetulan ada acara di pekanbaru, untuk menyesuaikan dengan jadwal acara tersebut, maka kami memutuskan untuk naik kapal jelatik pada jumat sore. Sampai di pekanbaru diperkirakan bisa pada sabtu pagi. Acara berlangsung pada hari sabtu siang. Perjalanan menempuh waktu setengah hari lebih.

Banyak sekali kesan dan pengalaman yang saya dapatkan dengan naik kapal jelatik ini. Maklum baru pertama kali naik, jadai saya agak kaget dengan suasana dalam kapal. Penumpang tidur hanya dibatasi dengan papan.  Tidak ada kursi dalam kapal ini. Mau shalat pun kita harus duduk diatas tempat tidur.

Untung waktu saya naik kapal ini penumpang lagi sepi, jadi bisa dapat sekitar dua petak tempat tidur. Ukuran tempat tidurnya hanya sebesar badan saja. Tidak ada kasur dan tidak ada bantal. Alas tidurnya pun hanya kayu yang dilapisi terpal plastik.

Kondisi itu tidak mengurangi rasa penasaran saya mencoba naik kapal ini. Ini adalah pertama kali saya naik alat transportasi yang sama sekali tak terbayangkan oleh pikiran saya sebelumnya.

image

Kapal Jelatik

image

Ukuran Kamar

Jelatik

Awalnya saya berpikir satu-satunya alat transportasi dari pekanbaru ke selat panjang hanyalah kapal jelatik. Ternyata dugaan itu salah, sebab selain jelatik yang merupakan kapal kayu itu masih ada beberapa speadboat yakni kapal cepat. Sejak itu saya sadar bahwa banyak pilihan alat transportasi menuju selat panjang, kabupaten kepulauan meranti.

Untuk mengobati rasa penasaran, saya berniat untuk mencoba naik semua alat transportasi tersebut. Pertama berkunjung ke kota itu, saya naik speadboat. Sebelumnya sih rencana naik kapal jelatik. Namun rencana itu gagal karena saya diburu waktu, sementara perjalanan naik jelatik sangatlah lama. Sedangkan jadwal keberangkatan kapal cuma sekali seminggu, itupun hanya hari jumat.

Hari Intropeksi

Semakin lama saya makin tidak paham lagi kemana harus melangkahkan kaki. Rasanya seperti kehilangan arah, sehingga tujuan hidup mulai mengabur. Namun, masih ada tersisa sedikit asa untuk merangkai kembali tujuan yang tadinya hampir sirna. Sebab kita tak pernah tua untuk merangkai mimpi.

Roda waktu begitu cepat berputar, tak segan menerkam segala ingatan. Dua puluh sembilan tahun lalu terlahir seorang laki-laki yang tak tahu sama sekali apa itu dunia. Kini laki-laki itu mulai menyadari bahwa dunia ini hanyalah ladang untuk menanam buah yang kelak akan dipetik di akhirat.

Bayangkan ketika kita diberi sebidang tanah, apakah yang kita tanam? Begitu banyak pilihan, bukan? Bagi orang yang berpikir, tanah itu bisa menghasilkan sesuatu yang bermanfaat jika digarap dengan baik. Namun, bagi sebagian kelompok yang lain tanah tersebut bisa jadi semak belukar karena diterlantarkan.

Artinya setiap niat, pikiran dan sikap dari setiap manusia akan dipertanggung jawabkan di akhirat kelak. Ketika kita menanam apel maka yang berbuah tentu apel juga. Tapi jangan pernah duga apel yang ditanam akan berbuah lebat jika pupuk yang diberi adalah pupuk yang tidak bagus. Begitulah sistem rezeki dalam hidup, jika memakan sesuatu yang tidak baik maka hasilnya tidak akan bagus.

Oleh karena itulah, laki-laki itu mulai memahami arti sebuah tanggung jawab. Sejak itu ia mulai membuka pintu hatinya. Mencoba untuk terus istiqamah dalam kebajikan. Menyandarkan segala sesuatu kepada Tuhan sembari terus berupaya dan berusaha.

Meskipun terkadang terlintas dalam pikirannya rasa takut, cemas dan risau. Ia akan selalu terus belajar menjalani kehidupan. Termasuk diantaranya belajar sabar, baik dalam keadaan sempit maupun lapang. Ia percaya sabar akan berbuah manis.

Kepercayaan itu membuat ia yakin suatu hari kelak ia akan dipertemukan dengan belahan jiwa yang dapat menjadikan dunia sebagai ladang untuk mencapai tujuannya, yakni husnul khatimah.

Hari ini menjadi hari intropeksi bagi laki-laki itu untuk membuka sedikit ruang di hatinya. Yang mana ruang tersebut menjadi tempat bagi belahan jiwa yang hingga kini masih menjadi misteri Nya.

Senyum

Jangan duga apa yang sudah dicapai adalah murni usaha sendiri. Selalu ada peran Tuhan dalam setiap proses tersebut. Meskipun Tuhan telah memberikan pilihan kepada manusia untuk menentukan. Tuhan telah membentuk sistem dengan sedemikian rupa, tinggal bagaimana kita menjadikan sistem tersebut untuk mencapai tujuan.

Contohnya Tuhan telah menjanjikan jika ingin memperoleh rezeki yang banyak maka bersedekahlah. Bila sedekah dipahami selain dari sudut pandang materi, maka senyum bisa dikatakan sebagai bagian dari sedekah.

Dalam dunia penjualan (sales) para ahli dibidang tersebut berpendapat bahwa senyum dapat meningkatkan penjualan suatu produk. Pedagang yang tersenyum ikhlas lebih tinggi angka penjualnya dibandingkan dengan pedagang yang berjualan tanpa senyum. Percaya atau tidak, senyum akan mempengaruhi pilihan seseorang untuk membeli.

Lalu, siapakah yang mengajarkan kita tersenyum? Allah telah mengajarkan semua manusia, tapi tak sedikit yang membangkang. Jika boleh saya mengintropeksi diri, maka bisa jadi saya selama ini menganggap senyum adalah hal yang sepele. Namun dalam kenyataanya senyum menjadi sebuah kekuatan dan nikmat dari Tuhan.