Memang ndak salah senang dan susah sebuah kehidupan itu terletak pada pikiran. Ketika kita berpikir hidup itu susah, ya susahlah. Ketika kita berpikir hidup itu menyenangkan, ya berbahagialah.
Meskipun terkadang ada faktor diluar pikiran yang menstimulus otak untuk berpikir senang atau susah. Misalnya faktor materi ataupun faktor kondisi. Ada yang merasa bahagia ketika ada materi, namun ada juga yang tidak menemukan kebahagian dalam materi yang begitu banyak.
Disamping itu ada lagi peranan kondisi. Padahal kita berada pada kondisi yang sama, cuma waktunya saja yang berbeda. Dengan kondisi yang sama tersebut kita mendapatkan perasaan yang berbeda. Lagi-lagi ini soal pikiran yang membuat sebuah kondisi yang sama berasa berbeda.
Memang pikiran yang kita punya sebagai manusia merupakan sebuah anugrah yang berharga. Sayang anugrah ini tidak dimanfaatkan dengan maksimal. Karena pikiran itu yang membuat kita berbeda dari makhluk lainnya.
Saya kemudian teringat dengan kekuatan kebiasaan. Sederhananya hidup ini merupakan akumulasi dari berbagai kebiasaan. Bagaimana kebiasaan kita bekerja, ketika kebiasaan bekerja saat itulah peranan otak menurun. Jadi kebiasaan membuat pikiran kita tidak terlalu banyak terkuras. Nah, lagi-lagi disini pikiran tetap memiliki peranan penting.
Setiap persoalan yang kita hadapi memerlukan peranan pikiran. Celakanya sering kali kita berpikir negatif dalam menghadapi semua persoalan itu. Makanya mereka yang bisa berpikir positif dalam setiap permasalahan akan mendapatkan ganjaran kesuksesan.
Begitu fantastis kekuatan pikiran ini. Masihkah kita mengabaikan?